Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Profesional, Jangan Bangun Loyalitas Korps yang Sempit
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan soliditas di tubuh TNI dan Polri saat memimpin
NASIONAL
JAKARTA -Sebuah gelombang kekhawatiran melanda Indonesia sejak Kamis lalu ketika Server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) dilaporkan mengalami serangan ransomware yang mengganggu sejumlah besar layanan publik. Insiden ini menimbulkan dampak serius terhadap berbagai instansi baik di tingkat pusat maupun daerah, memaksa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam menanggulangi krisis keamanan yang tak terduga ini.
Menurut Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Pangerapan, lebih dari 210 instansi pemerintah menjadi korban dalam serangan ini. Instansi-instansi ini meliputi berbagai sektor penting termasuk keimigrasian, yang mengalami gangguan serius dalam operasionalnya.
Pada Senin, 24 Juni 2024, setelah empat hari tegang dan upaya pemulihan yang intensif, layanan keimigrasian akhirnya dapat beroperasi kembali dengan normal. Layanan-layanan krusial seperti penerbitan visa dan izin tinggal, pengelolaan paspor, serta tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) sudah dapat diakses kembali oleh masyarakat. Meskipun demikian, proses pemulihan masih terus dilakukan untuk memastikan semua sistem kembali berfungsi optimal.
Samuel Pangerapan juga menegaskan bahwa upaya pemulihan ini merupakan kolaborasi lintas instansi yang solid dan terkoordinasi dengan baik. “Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap layanan yang terganggu segera pulih dan dapat diakses kembali oleh masyarakat. Ini merupakan ujian besar dalam menghadapi tantangan keamanan informasi di era digital saat ini,” ujarnya.
Ransomware, sebuah jenis serangan siber yang mengunci atau mengenkripsi data hingga pembayaran tebusan dibayarkan, telah menjadi ancaman yang semakin sering dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia. Serangan terhadap PDNS Indonesia menjadi peringatan keras akan kerentanan infrastruktur kritis negara terhadap serangan siber yang kompleks dan terus berkembang.
Masyarakat pun diingatkan untuk tetap waspada dan mengamankan data pribadi mereka secara lebih baik di era digital ini. Keamanan informasi dan perlindungan data menjadi tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun.
Dengan layanan keimigrasian yang kembali normal, harapan terbesar adalah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Langkah-langkah preventif dan peningkatan kapasitas keamanan cyber menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan demi menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Indonesia.
(N/014)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan soliditas di tubuh TNI dan Polri saat memimpin
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo pada Rabu (22/7/2026). Sida
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
DELI SERDANG Polisi mengungkap penyebab pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, yang sebel
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara sukses memukau ribuan pengunjung pada Malam Pesona Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga emas Antam yang dij
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan penguatan signifikan. Hingga pukul 09.26 WIB, i
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat struktur organisasi di tengah proses pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN