Landasan Hukum Media Siber: Kenapa Wartawan Wajib Paham PPMS?
OlehMahmud MarhabaPERKEMBANGAN media siber yang begitu cepat menuntut wartawan dan pengelola media tidak hanya piawai menyajikan informasi
OPINI
JEPANG -Pandemi Covid-19 telah merenggut jutaan nyawa dan meninggalkan bekas luka mendalam di seluruh dunia. Namun, dampaknya ternyata tak berhenti di situ. Saat kita mulai beradaptasi dengan kehidupan baru pasca-pandemi, muncul ancaman baru yang tak kalah mematikan: Sindrom Syok Toksik Streptokokus (STSS).
Per 2 Juni lalu, jumlah kasus STSS telah mencapai angka mengejutkan, mencatat 997 kasus dengan 77 jiwa yang harus meregang nyawa. Para ahli masih menyelidiki akar penyebab lonjakan dramatis ini, namun indikasi awal mengarah pada perubahan perilaku dan kondisi pasca-pandemi Covid-19.
“Sekarang banyak orang mengidap infeksi pernapasan. Pada kelompok penyakit streptokokus grup A (GAS), kasusnya memperlihatkan tren kenaikan di banyak negara, tak hanya di Jepang,” ungkap Profesor Penyakit Menular, Prof. William Schaffner, seperti dilansir dari Healthline pada Senin lalu.
STSS, yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus, dapat memicu reaksi yang cepat dan parah pada tubuh, mengancam nyawa dalam hitungan jam. Gejalanya meliputi denyut jantung yang cepat, perubahan mental drastis, napas yang terengah-engah, hingga penurunan produksi urine yang signifikan.
Penting untuk memahami bahwa radang tenggorokan bukanlah satu-satunya tanda STSS. Gejala seperti pendarahan, memar tanpa sebab yang jelas, mata yang menguning, serta tekanan darah rendah juga merupakan sinyal-sinyal peringatan yang harus segera direspons dengan serius.
Di hadapan ancaman ini, penanganan medis yang cepat dan tepat sangat krusial. Pasien umumnya akan segera mendapat antibiotik seperti klindamisin, didukung dengan terapi oksigen, hidrasi intravena, dan obat penstabil tekanan darah untuk menanggulangi syok yang dapat mengancam nyawa.
“Dalam beberapa kasus yang parah, pembedahan untuk mengangkat jaringan yang mati akibat infeksi mungkin diperlukan,” tambah laporan tersebut.
Memahami dan mengenali gejala STSS adalah langkah awal yang penting dalam melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Kewaspadaan adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tengah ancaman kesehatan yang terus berubah dan berkembang.
Dengan penelitian dan pemahaman yang lebih dalam, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap STSS dapat ditingkatkan, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkannya di masa mendatang.
Mari bersama-sama berjuang melawan ancaman kesehatan ini dengan kesadaran dan tindakan yang tepat waktu. Kesehatan kita, tanggung jawab kita!
(N/014)
OlehMahmud MarhabaPERKEMBANGAN media siber yang begitu cepat menuntut wartawan dan pengelola media tidak hanya piawai menyajikan informasi
OPINI
JAKARTA Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. Hingga
HUKUM DAN KRIMINAL
SAMOSIR Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara mencatat satu kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhut
PERISTIWA
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial FCB, 22 tahun, karena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PL
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan hingga 500 hektare untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Puncak, P
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 21.400 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah
EKONOMI
SURABAYA Pengemudi Mitsubishi Outlander yang terlibat dua kecelakaan hingga menewaskan seorang pekerja di Surabaya mengaku tidak sadar s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan surat edaran yang berisi rekomendasi perbaikan proses penerimaan mahasiswa baru jal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara be
EKONOMI