Prabowo Terbang ke Lampung, Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui dan Buka Munas HIPMI XVIII
LAMPUNG Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung pada Rabu (10/6/2026) untuk menghadiri sejumlah agenda s
NASIONAL
JATIM -Pemilihan presiden dan wakil presiden memang telah usai, namun sorotan terhadap langkah-langkah politik pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming masih terus mengemuka. Salah satu figur yang menjadi pusat perhatian adalah Emil Dardak, politisi yang dikenal luas dari Jawa Timur.
Emil Dardak, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, santer dikabarkan akan menjadi bagian dari kabinet Prabowo-Gibran. Kabar ini semakin diperkuat dengan pernyataan dari Ketua DPP PDIP dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, yang menyebut bahwa posisi Emil sudah mencapai level menteri, bukan lagi sebatas Wakil Gubernur.
Namun, Emil Dardak sendiri dengan tegas menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memenangkan kontestasi Pilkada Jawa Timur 2024 sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Di Surabaya, Emil menyampaikan bahwa Pak Prabowo dan Gibran telah secara resmi menyatakan bahwa Khofifah dan dirinya adalah satu paket dalam kontestasi politik mendatang.
“Saat ini sudah jelas bahwa presiden terpilih Pak Prabowo, bersama Mas Gibran, menyampaikan bahwa Bu Khofifah ini satu paket dengan saya,” ujar Emil dalam kesempatan tersebut.
Terkait spekulasi akan posisinya sebagai menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran, Emil menganggapnya sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah memenuhi mandat yang telah diberikan untuk membangun Jawa Timur lebih baik lagi.
“Ada wacana dan dinamika yang mengarah ke sana, itu bagian dari proses eksplorasi. Tapi sekarang, mari kita fokus pada Jawa Timur,” jelas Emil.
Emil Dardak juga merespons dengan diplomatis saat ditanya mengenai kesiapannya untuk menjadi menteri jika tenaganya dibutuhkan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, pembangunan di Jawa Timur bukanlah tugas yang sederhana, mengingat kontribusinya yang besar terhadap PDB nasional dan regional.
“Jatim sebagai provinsi dengan kontribusi PDB terbesar kedua di Indonesia, hampir 7 persen dari perekonomian Asia Tenggara, membutuhkan fokus dan perhatian khusus dalam pembangunan regional,” paparnya.
Dengan penekanan pada pembangunan regional dan fokus pada Pilkada Jawa Timur mendatang, Emil Dardak terus menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan daerahnya. Sorotan terhadap perjalanan politiknya pun akan terus menjadi bahan diskusi di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.
(N/014)
LAMPUNG Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung pada Rabu (10/6/2026) untuk menghadiri sejumlah agenda s
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa Pasal 28A dalam UndangUndang Polri yang baru telah disusun dengan mengac
NASIONAL
JAKARTA Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja (raker) tertutup bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI
POLITIK
MEDAN Penjualan tiket babak semifinal dan final ASEAN U19 Boys Championship 2026 resmi dibuka mulai Rabu (10/6/2026) pukul 10.00 WIB. P
OLAHRAGA
PUTUSSIBAU Musyawarah Provinsi (MUSPROV) III Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Barat sukses digelar pada 9 Juni 2026. Dal
EKONOMI
JAKARTA Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI tidak anti terhadap kritik yang disampaikan
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membela pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi s
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait penyidi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat transformasi sektor kesehatan nasional melalui perluasan Program Cek Kesehatan Gratis
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mata uang Garuda
EKONOMI