PATI -Polemik tajam menggema di kawasan Pati setelah isu mengejutkan mengenai sejumlah kendaraan bodong yang terungkap oleh kepolisian setempat. Namun, yang lebih mencuat dari itu adalah reaksi keras Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, terhadap stigma negatif yang melekat pada kampung halamannya.
Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, menegaskan bahwa kampungnya tidak pantas diberi cap sebagai sarang maling. Pernyataan ini muncul setelah kepolisian berhasil mengamankan 39 kendaraan bodong yang diduga berasal dari tiga desa berbeda di Pati: Sukolilo, Tambakrejo, dan Trangkil. Operasi penyitaan kendaraan bodong ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal kendaraan bermotor.
Klarifikasi ini menjadi reaksi langsung atas stigma negatif yang meluas di media sosial, memproklamirkan kampung halaman Pj Bupati sebagai tempat yang tak aman akibat aktivitas kriminal. Namun, Henggar Budi Anggoro menegaskan bahwa kondisi sebenarnya di Pati jauh dari citra negatif yang terlanjur tersebar. “Sukolilo dianggap di situ sarang bandit, kondisi ini kita turut prihatin, tapi tidak demikian yang sebenarnya, karena semua kondisinya baik-baik saja,” ungkapnya dengan tegas.
Peristiwa ini mencuat setelah terjadinya insiden tragis di mana seorang bos rental mobil asal Jakarta dikeroyok oleh massa dengan tuduhan mencuri, padahal dia hanya hendak mengambil kendaraannya sendiri. Kejadian ini menimbulkan kegemparan di masyarakat dan menunjukkan betapa pentingnya klarifikasi dan pemahaman yang tepat terkait isu keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Selain itu, Henggar Budi Anggoro juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati telah mengambil langkah serius dalam menanggapi insiden ini dengan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya untuk melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini juga menyoroti tantangan penegakan hukum terkait perdagangan ilegal kendaraan bermotor yang tidak hanya terjadi di Pati tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Keberhasilan kepolisian dalam mengungkap dan menyita puluhan kendaraan bodong menjadi bukti nyata komitmen dalam memberantas praktik ilegal ini.
Sementara itu, investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan pihak-pihak terlibat lebih dalam dalam perdagangan kendaraan bodong tersebut. Di samping itu, upaya untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat Pati terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan perkembangan ekonomi lokal.
Sebagai kesimpulan, Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi secara akurat. “Iklim investasi di Pati yang sudah baik, mudah-mudahan tidak terpengaruh semua ini. Karena kondisi ini terjadi di luar rentang kendali kita, kondisi ini menjadi keprihatinan bersama,” tandasnya dengan harapan agar kejadian serupa tidak menghambat upaya pembangunan dan kemajuan daerah.
Dengan demikian, kejadian ini tidak hanya menjadi sorotan di Pati tetapi juga mengundang perhatian nasional terhadap pentingnya pemahaman yang tepat, penegakan hukum yang adil, dan perlindungan terhadap citra masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang kompleks.
(N/014)
Kecaman dan Klarifikasi: Pj Bupati Pati Berhadapan dengan Isu Sarang Maling