Panpel Pastikan Stadion Teladan Medan Venue Piala AFF U-19 2026 Tanpa Penonton
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
JABAR -Sebuah kontroversi meletup di media sosial terkait kehadiran seorang juru bahasa isyarat dalam konferensi pers (konpers) Polda Jawa Barat (Jabar) terkait tersangka pembunuhan Vina Cirebon, yang menggemparkan banyak pihak. Unggahan di Instagram dan Twitter menyoroti ketidaksesuaian gerakan isyarat dengan yang disampaikan oleh petugas kepolisian, serta mengungkapkan dugaan keaslian dan kompetensi juru bahasa tersebut.
Asosiasi Juru Bahasa Isyarat Indonesia (AJBII) melalui unggahan di media sosial menyatakan keprihatinannya terhadap penggunaan juru bahasa isyarat yang dinilai tidak sesuai standar oleh Polda Jabar dalam konpers tersebut. AJBII menyatakan bahwa isyarat yang ditampilkan tidak jelas dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh petugas kepolisian.
Pihak yang menayangkan ulang unggahan AJBII bahkan menyebutkan bahwa juru bahasa isyarat tersebut adalah oknum palsu. Menurut mereka, juru bahasa isyarat yang digunakan dalam konpers tersebut adalah seorang pensiunan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tidak memiliki kompetensi sebagai juru bahasa isyarat untuk masyarakat tuli lokal.
Dalam tanggapannya kepada media, AJBII menyatakan bahwa gerakan isyarat yang ditunjukkan oleh juru bahasa isyarat tersebut tidak dipahami oleh masyarakat tuli, dan bahkan dinilai tidak menjelaskan penjelasan polisi dengan benar dan tepat. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran etik yang serius, mengingat pentingnya akurasi dan kejelasan komunikasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat tuli.
Sementara itu, pihak SLB Negeri (SLBN) Cicendo, tempat berasalnya juru bahasa isyarat yang dipersoalkan, memberikan tanggapan terhadap kontroversi ini. Mereka menyatakan bahwa juru bahasa isyarat yang digunakan dalam konpers adalah seorang lulusan S1 dan S2 dengan pengalaman yang cukup di bidang pendidikan khusus, terutama dalam bahasa isyarat. Mereka juga menegaskan bahwa juru bahasa tersebut memiliki pengalaman kerja yang luas dan kualifikasi yang sesuai.
Kontroversi ini membawa perdebatan tentang standar dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh juru bahasa isyarat dalam situasi resmi seperti konferensi pers kepolisian. Masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pemilihan juru bahasa isyarat, untuk memastikan komunikasi yang efektif dan memenuhi kebutuhan masyarakat tuli.
(N/014)
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
MEDAN Sebanyak 23 tim skuad Thailand yang akan berlaga pada Piala AFF U19/ASEAN U19 Boys Championship 2026, 114 Juni 2026, menjalani se
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah resmi memulai masa transisi kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas sumber daya alam strategis melalui P
EKONOMI
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai eksportir tunggal komodi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo untuk berkeliling Indonesia mulai Juni 2026
POLITIK
JAKARTA Ulama kharismatik Indonesia, Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari dorongan hawa nafsu yang dinilai menjadi
AGAMA
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peserta Program Magang Nasional atau MagangHub dapat memperoleh sertifikasi k
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membantu proses pemulangan jenazah seorang warga Kabupaten Pidie yang meninggal dunia di Mal
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lolos verifikasi secara nasional
NASIONAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan
NASIONAL