Bongkar Mega Skandal Haji Rp622 Miliar, KPK Siap 'Gempur' Sidang Yaqut Pakai 303 Saksi
JAKARTA Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan sekitar 303 saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji 20232
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT -Desa Kwala Langkat, sebuah nama yang kembali mengemuka dalam pemberitaan, kali ini menjadi saksi kedatangan puluhan pengungsi Rohingya. Pada Rabu (22/5/2024), tepatnya pukul 10.00 WIB, kembali terulang adegan yang sama—derasnya gelombang manusia yang terpaksa meninggalkan tanah air mereka.
Informasi ini disampaikan melalui pesan tertulis oleh Kapolsek Tanjung Pura, AKP Andri GT Siregar. Dalam keterangannya, Andri menjelaskan bahwa rombongan pengungsi Rohingya tiba di Desa Kwala Langkat menggunakan sebuah kapal kayu bermotor. Sebuah kapal yang menjadi saksi bisu akan tragedi manusia yang terdampar di tengah lautan, terjebak dalam labirin penderitaan yang tak kunjung berujung.
Para pengungsi, yang secara fisik mungkin lelah namun rohnya tetap tegar, kemudian turun di pinggir Pantai Desa Kwala Langkat. Dari sana, langkah kaki mereka melangkah tegap, menuju pemukiman masyarakat. Langkah-langkah itu bukan semata-mata perjalanan fisik, melainkan perjalanan keberanian—meniti jalan panjang yang mempertaruhkan segalanya demi sebuah harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Di balik setiap langkah mereka, terdapat cerita-cerita kehidupan yang penuh liku, yang mengungkapkan betapa kerasnya takdir yang mereka hadapi. Kehilangan, kepedihan, dan ketidakpastian adalah sekadar potret dari perjalanan hidup mereka. Namun, di sana juga terpatri semangat yang tak padam, semangat untuk bertahan hidup, untuk mencari keadilan, dan untuk menemukan tempat yang disebut sebagai rumah.
Kedatangan puluhan pengungsi Rohingya ini menjadi cermin bagi kita semua. Cermin akan realitas yang kadang terabaikan, cermin akan kemanusiaan yang terus membutuhkan kepedulian dan aksi nyata. Di tengah-tengah kesibukan kita, di tengah gemuruh informasi yang terus mengalir, tidak boleh kita lupakan bahwa di beberapa sudut dunia, ada saudara-saudara kita yang tengah berjuang untuk hidup, untuk mendapatkan tempat yang aman, dan untuk mendapatkan hak-hak yang sama seperti kita.
Puluhan pengungsi Rohingya yang kembali memasuki Langkat adalah cermin dari ketidakseimbangan dunia ini. Mereka adalah saksi bisu dari ketidakadilan, tetapi juga saksi tegarnya semangat manusia untuk bertahan hidup. Kita tidak bisa berpaling, kita tidak bisa berdiam diri. Kita harus bersatu, bergerak, dan bertindak. Karena hak asasi manusia adalah hak yang harus diperjuangkan, dan kemanusiaan adalah panggilan yang harus dijawab.
Kita berharap agar langkah-langkah pengungsi Rohingya ini tidak hanya menjadi jejak di pasir pantai, tetapi juga menjadi jejak dalam sejarah perjuangan kemanusiaan yang akan mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.
(N/014)
JAKARTA Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan sekitar 303 saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji 20232
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA DPR RI resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 20262031. Destry akan menggantikan Perry Wa
EKONOMI
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal kebijakan sekolah yang tetap berjalan di tengah kondisi kabut as
KESEHATAN
TANJAB TIMUR Kondisi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kembali menjadi sorotan. Bagia
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Seorang pemuda berinisial NF alias Enong (19) diamankan polisi setelah diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap per
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Sumatera Utara mengalami kenaikan mulai 1 September 2026. Penyesuaian harga dilakukan
EKONOMI
JAKARTA Emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang tahun ini mencapai 17,1 juta ton metrik. Angka ter
NASIONAL
JAKARTA DPR RI menyelesaikan 16 rancangan undangundang (RUU) untuk disahkan menjadi undangundang sepanjang tahun sidang 20252026. Capai
POLITIK
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR akan menjadikan kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Menu
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit rumah mewah milik Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni (VLA). Pen
HUKUM DAN KRIMINAL