Dinkes Sumut Kembangkan 52 Puskesmas Rawat Inap Plus untuk Kurangi Penumpukan Pasien RS
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan 52 puskesmas menjadi Pu
KESEHATAN
KENDARI -Kisah kekejaman yang dilakukan Novi Damayanti, seorang menantu yang nekat membunuh mertuanya di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mengguncang hati masyarakat. Dari usaha santet hingga pembakaran rumah, Novi Damayanti alias ND (24) telah merencanakan tindakan tragis ini dengan dingin.
Dalam konferensi pers di Polresta Kendari, ND mengakui bahwa sebelum menyewa pembunuh bayaran, dia telah mengirim santet kepada ibu mertuanya dengan maksud untuk menghilangkan nyawanya. Tidak hanya itu, dia juga mengaku hampir saja membakar rumah sang mertua agar tewas terpanggang, semua karena sakit hati terhadap campur tangan mertuanya dalam urusan rumah tangga.
“Saya pernah coba santet dan ingin bakar rumah mertua tapi tidak berhasil,” ungkap ND dengan dingin di hadapan awak media.
Namun, ketika upaya tersebut gagal, ND tidak berhenti. Bersama dengan pria berinisial MF (21), dia merencanakan pembunuhan dengan modus pembegalan. Akibatnya, sang mertua mengalami luka tusukan yang mengakibatkan kematian tragisnya.
Tidak hanya merencanakan pembunuhan, ND juga merasa diabaikan dan dituduh melakukan berbagai hal yang tidak benar dalam keluarga suaminya. Dia merasa dituduh foya-foya dan tidak memberikan uang untuk keluarga suaminya, yang membuatnya semakin frustrasi dan dendam.
Puncak kekejaman terjadi ketika anaknya dikasih jatuh oleh sang mertua, yang menjadi titik patahnya kesabaran ND.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, menjelaskan kronologi kejadian yang mengguncang Kota Kendari. Mulai dari pertemuan ND dengan MF untuk merencanakan pembunuhan, hingga aksi sadis mereka di dalam mobil yang mengakibatkan kematian sang mertua.
“ND dan MF merencanakan pembunuhan itu di salah satu rumah makan di Kota Kendari. Mereka bertemu untuk merencanakan pembunuhan pada Minggu pagi,” ucap Kapolresta Kendari.
Kekejaman ini menjadi cerminan penting tentang pentingnya mengendalikan emosi, menyelesaikan konflik dengan damai, dan menghindari tindakan kekerasan. .Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mengedepankan toleransi, dialog, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu mengatasi konflik tanpa harus melibatkan tindakan kekerasan.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan 52 puskesmas menjadi Pu
KESEHATAN
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan pasokan beras sebanyak 27.000 ton dari gudang Bulog di Jakarta. Tambah
EKONOMI
CILACAP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Te
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR Umat Islam diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan, mulai dari puasa, shalat, zakat hing
AGAMA
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menekankan agar aparat penegak hukum berhatihati dalam membawa suatu perkara ke pros
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perhubungan kembali menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat pada 2026. Progra
NASIONAL
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) kembali menggelar kegiatan Tausiyah Ramad
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polemik ijazah Presiden Ke7 RI, Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menemukan titik terang. Peneliti
NASIONAL
MEDAN Sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi terdakwa Rasuli Efendi Siregar berlangsung di ruang utama Pengadilan Negeri Medan, Ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI, Joko Widodo, Rismon Sianipar, mengundang Roy Suryo, dr Tifa, dan sejumla
NASIONAL