Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
SUMUT –Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Simalungun 2024, sejumlah kepala desa (pangulu) mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait tekanan politik yang mereka alami. Tekanan tersebut diduga berasal dari petahana yang mencalonkan diri kembali, dengan cara yang mencolok dan mengancam.
Tumpal Sitorus, Pangulu Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, mengungkapkan kekecewaannya atas situasi politik yang semakin mencekam. Ia menilai bahwa pemeriksaan oleh Inspektorat yang dilakukan belakangan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk intimidasi yang bertujuan untuk memaksa dukungan kepada calon petahana.
“Kami diperiksa Inspektorat dengan cara yang mencurigakan, seolah-olah ada yang mau ditakut-takuti. Ini bukan pemeriksaan biasa, ini intimidasi terang-terangan,” kata Tumpal dengan nada penuh emosi di kedai kopi Komplek Megaland, Selasa (22/10).
Tumpal melanjutkan bahwa tekanan ini tidak hanya muncul dalam bentuk pemeriksaan, tetapi juga melalui intervensi proyek-proyek yang seharusnya dikelola oleh desa. Ia menegaskan bahwa rancangan anggaran biaya (RAB) yang dirancang oleh desa sering kali diubah tanpa melibatkan kepala desa, dan rekanan proyek pun ditentukan dari pihak atasan.
“Petahana jelas-jelas mempermainkan kami. Kami sudah punya rencana sendiri untuk desa, tapi tiba-tiba datang instruksi dari atas, proyek dititipkan begitu saja. Siapa yang mengerjakan pun sudah ditentukan tanpa melibatkan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Rudianto Damanik, Pangulu Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, menyoroti perilaku petahana yang terus-menerus menjelekkan pemimpin sebelumnya. Ia menganggap ini sebagai strategi yang tidak etis untuk menarik simpati masyarakat. Rudianto menekankan bahwa pemimpin yang baik seharusnya fokus pada program konkret, bukan menyalahkan orang lain.
“Petahana terus saja menyalahkan pemimpin sebelumnya untuk menutupi kekurangannya. Ini bukan cara yang baik untuk meraih simpati masyarakat. Yang dibutuhkan adalah program konkret, bukan sekadar omong kosong,” tegasnya.
Rudianto juga menyatakan bahwa intervensi politik dari petahana telah merusak kinerja desa. Ia dan rekan-rekannya merasa terpaksa mengerjakan proyek-proyek titipan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami hanya ingin bekerja dengan baik untuk desa kami, tapi kami terus diintervensi. Ini jelas menghambat kami dalam mengurus desa,” pungkasnya.
Selain itu, Tumpal menyoroti program gotong-royong Marharoan Bolon yang dicanangkan oleh petahana Radiapoh Hasiolan Sinaga (RHS). Menurutnya, program tersebut hanya sekadar pencitraan politik dan membebani masyarakat. “Kalau program Marharoan Bolon ini mau dipaksakan, regulasinya di mana? Ini hanya program pencitraan, tapi yang menanggung beban adalah masyarakat,” kritiknya.
Para kepala desa ini kini bersatu dalam menghadapi tekanan politik yang mereka anggap sebagai taktik licik dari petahana. Mereka berharap Pilkada Simalungun 2024 dapat berlangsung secara jujur dan adil, tanpa intimidasi yang memaksa mereka tunduk pada kepentingan politik tertentu.
Simalungun, menurut mereka, membutuhkan pemimpin yang lebih fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak etis. Dalam konteks ini, mereka menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap proses pemerintahan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan yang diterapkan.
Dengan situasi politik yang semakin memanas menjelang Pilkada, harapan akan adanya perubahan dan pemerintahan yang bersih menjadi tuntutan yang semakin mendesak. Para kepala desa berharap suara mereka didengar, dan bahwa masa depan Simalungun tidak terpengaruh oleh praktik-praktik politik yang merugikan masyarakat.
(N/014)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK