Ada Apa di Disdik Batu Bara? Tiga Kabid Kompak Mengundurkan Diri
BATU BARA Tiga kepala bidang (kabid) di Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya di tengah menc
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Politisi dan selebritas Rieke Diah Pitaloka mengecam keras tindakan bejat yang dilakukan oleh mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan narkoba.
Rieke mengungkapkan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Fajar sudah berada pada level tertinggi, dan tindakan yang diambil oleh aparat kepolisian terhadapnya harus sesuai dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan.
Menurut Rieke, tiga dari empat korban dalam kasus pencabulan yang dilakukan oleh Fajar adalah anak-anak. "Fajar Widyadharma Lukman, orang ini udah enggak bisa diampuni.
Enggak cukup Pak Kapolri, sanksinya adalah mutasi atau bahkan pemecatan, enggak seperti itu.
Ini orang kejahatannya sudah level paling tinggi," ujar Rieke dalam unggahan di Instagram yang dikutip Beritasatu.com, Minggu (16/3/2025).
Rieke menegaskan bahwa hukuman untuk Fajar tidak hanya sekedar mutasi atau pemecatan, karena kejahatannya sangat berat dan berhubungan langsung dengan moralitas dan integritas seorang polisi.
"Gila, korbannya balita, enggak punya otak, pakai narkoba, jadi kapolres. Malu-maluin kepolisian, sumpah!" tegas Rieke.
Lebih lanjut, Rieke menyebutkan bahwa Fajar Widyadharma Lukman tidak hanya terlibat dalam kasus pelecehan seksual, tetapi juga melanggar hukum terkait narkoba dan tindak pidana lain.
"Ini pasal berlapis tindak pidana. Tindak pidana kejahatan pornografi, kejahatan seksual, dan tindak pidana perdagangan orang, kemungkinan juga narkotika. Kemudian apalagi? Jangan-jangan juga ada tindak pidana pencucian uang," tambahnya.
Unggahan Rieke mendapat sambutan luas dari netizen yang sepakat agar Fajar dihukum setimpal. Banyak yang berharap agar hukuman yang diberikan seberat-beratnya, bahkan ada yang meminta hukuman mati.
"Saya setuju orang ini dihukum seberat-beratnya, jika perlu seumur hidup," tulis salah satu netizen. "Setuju sangat bunda Rieke, iya ketangkap jumpa pers masih pakai masker, kenapa malu? Melakukannya saja tidak malu, sanksi seumur hidup, hukum mati," timpal netizen lainnya.
AKBP Fajar Widyadharma Lukman telah ditangkap oleh Tim Divpropam Mabes Polri pada Kamis (20/2/2025) dan akan menjalani sidang kode etik pada Senin (17/3/2025).
Kejadian ini memicu kemarahan publik dan kecaman luas, termasuk dari Rieke Diah Pitaloka, yang mengutuk keras perbuatan tersebut.
(bs/n14)
BATU BARA Tiga kepala bidang (kabid) di Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya di tengah menc
PEMERINTAHAN
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menerbitkan surat perintah tugas (sprint) untuk menindaklanjuti laporan dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat, 17 April 2026, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Isr
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Monitoring mengungkap sejumlah potensi kerawanan korupsi dalam pelaksanaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kesehatan. Aturan ini
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau jembatan eks perlintasan kereta api di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan
PEMERINTAHAN
DENPASAR Presiden Prabowo Subianto mengajak umat Hindu menjadikan Dharma Santi Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan da
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tidak dihapus, melainkan sedang mengalami p
PEMERINTAHAN
OlehAbrilloga S.H, M.H.Tulisan opini yang disampaikan oleh Edi Irawan, ST, yang menyerang Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitu
OPINI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami asalusul dana yang disetorkan oleh 16 kepala organisasi perangkat daerah (OP
HUKUM DAN KRIMINAL