BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Panglima TNI Tegaskan Pendekatan Diplomatik Militer Jadi Kunci Hadapi Situasi Global

- Rabu, 02 Juli 2025 18:41 WIB
Panglima TNI Tegaskan Pendekatan Diplomatik Militer Jadi Kunci Hadapi Situasi Global
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (foto: kmps)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap mengedepankan diplomasi militer dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Dalam menghadapi politik strategis yang sedang berkembang, TNI tetap menjalin hubungan diplomatik militer dengan pimpinan militer negara-negara lain, baik melalui kunjungan langsung ke negara sahabat, maupun menerima kunjungan mereka ke Indonesia," ujar Jenderal Agus.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi global yang memanas, terutama konflik yang sempat mengancam skala internasional seperti perang Iran-Israel, yang bahkan memicu kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia ke-3. Meski kini telah dicapai kesepakatan gencatan senjata, Indonesia tetap siaga dalam memperkuat hubungan pertahanan.

Agus juga memaparkan bahwa TNI rutin menggelar latihan bersama militer asing serta mengirimkan dan menerima siswa militer dari 26 negara. Program ini mencakup pendidikan dari level Kapten hingga Lemhannas, termasuk kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan ASEAN.

"Kita kirim dan menerima siswa militer dari berbagai negara untuk mengikuti pendidikan strategis. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan dan sinergi regional," terang Agus.

Langkah-langkah tersebut menjadi wujud nyata TNI dalam memperkuat soft power militer Indonesia sekaligus menjawab tantangan zaman secara komprehensif, tanpa konfrontasi langsung.

Meski Indonesia memiliki kemampuan pertahanan yang terus diperkuat, Panglima TNI menegaskan bahwa pendekatan yang diambil adalah tetap damai, dialogis, dan saling menghormati antar negara.

"Kesiapan militer tetap menjadi prioritas. Tapi kita lebih mengedepankan diplomasi militer yang beradab dan konstruktif," ujar Agus menutup pernyataannya.

(km/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru