Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
Inilah cara klasik Jokowi. Menciptakan masalah, lalu menuding penggantinya tak becus mengelola negara. Padahal semua bom waktu itu justru warisan yang diatinggalkan olehnya. Utang menumpuk. Proyek triliunan mangkrak. Harga pangan dan aneka kebutuhan pokok tak terkendali. Hukum kacau, tajam ke bawah tumpul ke atas. Olgarki makin rakus dengan karpet merah yang digelar penguasa.
Kini ketika rakyat menjerit digempur berbagai kesulitan hidup. Jokowi dan gengnya dengan licik mengalihkan sorotan: Prabowo dianggap gagal. Prabowo dituding tak mampu. Prabowo diseret agar jatuh.
Dalam delapan bulan kekuasaannya, Prabowo memang bisa dianggap salah. Publik yang tak sabar atas kelakuan Jokowi, merasa Presiden terlampau lamban. Harusnya dalam 100 hari pertama Prabowo sudah menyapu bersih anggota Gang Solo. Kapolri, Menteri Keuangan, Jaksa Agung, LBP masuk daftar paling atas. Selanjutnya secara bertahap menteri eks inventaris Jokowi dibabat habis.
Tapi, harapan itu sepertinya kian jauh dari kenyataan. Bisik-bisik bahwa Prabowo disandera makin lama makin nyaring saja. Karena itukah dia jadi seperti kucing yang tak bisa mengaum?
Liciknya Geng Solo
Di sisi lain, kita juga harus jujur mengakui
ada sejumlah gebrakan. Upah buruh naik 6,5%. Utang petani dan nelayan dihapuskan. Kebun-kebun sawit milik oligarki yang diperoleh dengan tidak sah diambil alih. Sebentar lagi konon giliran tambang yang ditertibkan. Ada makan bergizi gratis (MBG) yang niatnya mulia tapi babak-belur di tataran eksekusi.
Dengan potret semacam itu, rasanya tidak fair juga kalau menumpukan semua kesalahan pada pundak Prabowo. Tapi di situlah kelicikan Jokowi bekerja. Buat negara gaduh dan rakyat resah. Lalu sorong narasi bahwa Prabowo gagal. Prabowo harus diturunkan. Penggantinya? Siapa lagi kalau bukan Gibran?
Strategi ini berbahaya. Pertama, Jokowi merusak kepercayaan publik pada negara. Kedua, dia membuka ruang instabilitas sosial yang bisa meluas. Ketiga, finalis koruptor dunia versi OCCRP itu sengaja menjerumuskan bangsa ke jurang konflik hanya demi kepentingan diri dan keluarganya. Semua ini menunjukkan betapa berbahayanya ambisi mempertahankan bayang-bayang kekuasaan.
Prabowo harus sigap. Ia tak boleh terperangkap jebakan Jokowi. Dia mesti membalikkan keadaan dengan dua langkah kunci. Pertama, tampil tegas memutus jarak dari lingkaran lama. Jokowi dan Geng Solo-nya harus diperlakukan sebagai bagian dari masalah. Bukan partner.
Kedua, dia harus segera mengayomi rakyat. Turunkan tensi dengan tegakkan keadilan. Terbitkan berbagai kebijakan yang berpihak pada rakyat. Kendalikan aparat agar tak terus-terusan bertindak brutal. Perlakukan suara-suara kritis sebagai mitra. Bukan musuh.
Rakyat Harus Awas dan Cerdas
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN