Antisipasi Kekeringan, 80 Ribu Pompa Disiapkan Pemerintah
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun untuk program pompanisasi lahan pertanian guna menghadapi potensi kekeringan
EKONOMI
JAKARTA –Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengumpulkan 500 relawan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 11 Agustus 2024 akhirnya dibatalkan. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Menurut Budi Arie, fokus utama saat ini adalah persiapan untuk upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024.
“Tadi pagi Pak Sesneg menghubungi saya dan meminta agar kita fokus terlebih dahulu pada persiapan HUT RI. Jadi, rencana pengumpulan 500 relawan di IKN pada 11 Agustus dibatalkan,” kata Budi Arie di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Menurut Budi Arie, keputusan untuk menunda rencana tersebut diambil agar Presiden Jokowi bisa sepenuhnya berkonsentrasi pada acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. “Kami putuskan untuk memprioritaskan acara 17 Agustus terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan menjadwalkan ulang pengumpulan relawan ke IKN, kemungkinan pada 24-25 Agustus,” tambahnya.
Meskipun demikian, Budi Arie memastikan bahwa jumlah relawan yang akan berkumpul di IKN tetap sesuai dengan rencana awal, yaitu 500 orang. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi akan turut serta bersama relawan dalam kunjungan tersebut. “Jumlah relawan tetap sama, dan Presiden Jokowi akan bergabung dengan mereka,” ungkap Budi Arie.
Budi Arie menjelaskan bahwa tujuan utama dari pengumpulan relawan adalah untuk melihat hasil dari proyek-proyek yang telah dilaksanakan di IKN, serta untuk memberikan kesempatan bagi para relawan yang belum pernah mengunjungi lokasi tersebut. “Para relawan ingin melihat langsung hasil dari pembangunan yang telah dilakukan di IKN. Kami juga memastikan bahwa kunjungan ini tidak akan menggunakan fasilitas negara. Ini murni merupakan gotong royong dari relawan,” jelasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Budi Arie juga menekankan pentingnya pembangunan IKN sebagai proyek jangka panjang yang akan memakan waktu antara 10 hingga 30 tahun untuk selesai. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya dan didukung oleh berbagai komponen partai di DPR.
“Ibu Kota Nusantara adalah proyek pembangunan jangka panjang yang sangat penting bagi bangsa. Ini merupakan bagian dari agenda yang telah dicanangkan oleh pemerintahan Pak Jokowi dan didukung penuh oleh semua komponen partai saat itu. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan proyek ini,” pungkas Budi Arie.
(N/014)
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun untuk program pompanisasi lahan pertanian guna menghadapi potensi kekeringan
EKONOMI
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak aparat penegak hukum menerapkan pasal percobaan pembunu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan usulan pengadaan motor listrik dan perangkat komputer oleh Badan Gizi Nasional
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema untuk menyelesaikan persoalan proyek Kereta Cepat JakartaBandung, termasuk opsi pen
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendorong pemerintah mengoptimalkan jalur diplomasi internasional menyusul gugurnya tiga p
NASIONAL
JAKARTA Tim nasional futsal Indonesia memastikan langkah ke babak semifinal ASEAN Futsal Championship 2026 setelah mengalahkan Malaysia
OLAHRAGA
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, menilai langkah Kejaksaan Agung yang mengajukan kasasi atas vonis bebas terhadap Dir
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi signifikan ter
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah mening
EKONOMI
ACEH BESAR Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh Tahun 1447 Hijriah/2026 Maseh
NASIONAL