BREAKING NEWS
Senin, 01 Juni 2026

MBG Bisa Genjot Ekonomi RI! Menkeu Bocorkan Potensi di Atas 1 Persen

Adelia Syafitri - Selasa, 07 April 2026 17:29 WIB
MBG Bisa Genjot Ekonomi RI! Menkeu Bocorkan Potensi di Atas 1 Persen
program Makan Bergizi Gratis. (Foto: BRI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam skenario optimal, program tersebut bahkan diperkirakan mampu menyumbang lebih dari 1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya mengatakan, salah satu pendorong utama kontribusi itu adalah penciptaan lapangan kerja. Program MBG diproyeksikan dapat menyerap hingga 1 juta tenaga kerja di berbagai sektor terkait.

Baca Juga:

Merujuk pada perhitungan Input-Output Table yang disusun oleh Badan Pusat Statistik, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen umumnya berkorelasi dengan penciptaan sekitar 450 ribu lapangan kerja.

"Kalau satu juta tenaga kerja terserap, secara teoritis bisa lebih dari 2 persen. Tapi itu masih hitungan kasar," kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Meski demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut belum memperhitungkan pergeseran tenaga kerja dari sektor lain ke dalam program MBG.

Mobilitas tersebut dinilai akan mengurangi kontribusi bersih terhadap ekonomi.

"Sebagian tenaga kerja akan berpindah dari sektor lain ke MBG. Itu menjadi faktor pengurang. Jadi kontribusi bersihnya tidak sampai 2 persen, tapi lebih dari 1 persen masih cukup realistis," ujarnya.

Purbaya menilai, apabila program ini dijalankan secara efektif dan tepat sasaran, dampaknya terhadap ekonomi domestik akan cukup terasa, terutama dalam mendorong konsumsi serta aktivitas sektor riil.

Program MBG sendiri menjadi salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi melalui belanja negara dan distribusi pangan.*

(an/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru