BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Diinterupsi Mahasiswa USU, Mentan Amran Pilih Berdialog dan Jawab Kritik dengan Data

Dodi Kurniawan - Rabu, 15 Juli 2026 22:39 WIB
Diinterupsi Mahasiswa USU, Mentan Amran Pilih Berdialog dan Jawab Kritik dengan Data
Kuliah umum Mentan Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026), diwarnai interupsi dari sejumlah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interupsi dari sejumlah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran memilih membuka ruang dialog terbuka dengan memaparkan data capaian pertanian nasional sekaligus menjawab berbagai kritik yang disampaikan mahasiswa.

Kuliah umum yang mengusung tema Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan itu berlangsung interaktif setelah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU menyampaikan sejumlah pandangan mengenai kondisi sektor pertanian nasional.

Mahasiswa bernama Andreas menjelaskan bahwa interupsi yang dilakukan bersama rekannya bukan bertujuan mengganggu jalannya acara, melainkan sebagai bagian dari penyampaian aspirasi.

Baca Juga:

"Kami bukan ingin membuat keributan. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan mohon maaf apabila sempat menginterupsi jalannya kuliah umum," ujar Andreas.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, kampus merupakan ruang yang tepat untuk berdiskusi secara terbuka dan membangun.

"Mahasiswa memang memiliki tugas menyampaikan kritik. Yang terpenting, kritik tersebut bersifat konstruktif dan didukung data sehingga dapat menjadi masukan dalam pembangunan," kata Amran.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari ketergantungan impor pada beberapa komoditas pangan, harga pangan yang dinilai belum berpihak kepada petani dan konsumen, hingga tantangan regenerasi petani serta degradasi lahan pertanian.

Menjawab pertanyaan tersebut, Mentan Amran mengakui masih terdapat komoditas yang bergantung pada impor, seperti bawang putih. Namun, ia menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan kemandirian pangan nasional.

Amran juga memaparkan sejumlah indikator sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) disebut mencapai 127,73 atau tertinggi dalam lebih dari tiga dekade, sementara Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tercatat tumbuh 5,74 persen.

Menurutnya, sebagian besar komoditas pangan strategis kini telah mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri, bahkan beberapa di antaranya telah memasuki pasar ekspor.

Terkait tingginya harga pangan di tengah peningkatan produksi, Amran menilai persoalan tersebut berkaitan dengan tata niaga dan distribusi yang masih menghadapi praktik penyimpangan.

"Kalau produksi meningkat tetapi harga tetap tinggi, berarti ada persoalan dalam distribusi. Praktik yang merugikan petani dan masyarakat harus ditindak sesuai ketentuan," ujarnya.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Curhat Mahasiswa Penjual Mochi Berbuah Beasiswa, Mentan Amran Langsung Respons Dugaan Pupuk Mahal
Pulih Lebih Cepat, Batu Bara Dapat Apresiasi Kemendagri dan PR Percepat Realisasi Anggaran
Mentan Amran: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tapi Masih Banyak yang Belum Tahu
Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Mayoritas Eks Penyidik KPK
Mentan Sebut Sumut Jadi Motor Swasembada Pangan, Mahasiswa USU Diajak Berinovasi
Kopdes Merah Putih Diduga Berdiri di Lahan Sawah, Begini Respons Wamentan Sudaryono
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru