Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA –Anggota DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak mengungkapkan adanya penyalahgunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) oleh sejumlah orang tua siswa. Pernyataan ini muncul setelah laporan yang menunjukkan bahwa KJP, yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak, malah dimanfaatkan untuk tujuan pribadi seperti kredit motor dan barang-barang lain yang tidak terkait dengan pendidikan.
Dalam wawancara dengan wartawan pada Senin (29/7), Johnny mengungkapkan keprihatinannya terkait praktik yang mengkhawatirkan ini. Menurutnya, ada banyak kasus di mana KJP, yang seharusnya digunakan untuk keperluan pendidikan, malah “digadaikan” kepada pemberi utang. “Jadi banyak KJP yang dipakai orang tua bukan untuk anak di bidang pendidikan, tapi untuk kredit motor, kredit TV, kredit baju, dan itu uangnya berbunga,” ujar Johnny.
Johnny menjelaskan bahwa sejumlah orang tua siswa memanfaatkan uang bulanan Rp 350 ribu dari KJP untuk membeli barang-barang pribadi yang tidak berkaitan dengan pendidikan anak. Uang KJP ini dipinjamkan kepada seseorang dan digunakan untuk membayar cicilan kredit dengan bunga. “Mereka pinjam sama seseorang, pembayarannya pakai itu (KJP), setiap bulan itu diambil. Nah, makanya dengan cara seperti itu, itu pun bunga, mereka bayar bunga lagi,” jelasnya.
Politisi dari PDIP ini menunjukkan rasa heran dan keprihatinan, karena di saat pemerintah berusaha memberikan kemudahan pendidikan melalui KJP, ternyata ada penyalahgunaan yang merugikan program tersebut. Johnny bahkan mengusulkan solusi drastis untuk mengatasi masalah ini. “Bisa bayangin, masa udah dapat KJP, ijazah masih ditahan. Berarti enggak dia gunakan. Makanya menurut aku lebih bagus digratiskan aja sekolah-sekolah ini. Tarik lagi itu yang namanya KJP itu. Gak guna,” tuturnya.
Dia menilai bahwa menggratiskan sekolah bisa menjadi solusi efektif untuk mencegah penyalahgunaan KJP. Johnny berpendapat bahwa jika pendidikan dijamin gratis, maka tidak ada lagi alasan bagi orang tua siswa untuk menyalahgunakan KJP. “Iya, gratiskan sekolah, karena kan besar nih kalau menggratiskan. Karena fakta di lapangan (KJP) banyak disalahgunakan. Bukan untuk peruntukan anak-anak,” lanjutnya.
Keprihatinan Johnny Simanjuntak ini menyoroti pentingnya pengawasan dan reformasi dalam program KJP untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada yang berhak dan digunakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
(N/014)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibak
NASIONAL
BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberhentikan M. Nasir dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh. Pemberhent
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma&039rifah meminta Universitas Pertahan
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
JAKARTA Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua
NASIONAL
MOJOKERTO Kebakaran melanda bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timu
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Lembaga antiras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,93 persen sepanjang perdagangan sepekan. IHSG ditutup pada level 6.525,690, naik
EKONOMI