Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
SUKABUMI – Jembatan yang nyaris putus di Sukabumi, menghubungkan dua kecamatan vital, Lengkong dan Jampang Tengah, kini menjadi sorotan utama masyarakat setempat. Warga, terutama pelajar, menanti-nantikan perbaikan mendesak demi keamanan akses mereka dalam beraktivitas sehari-hari.
Dalam sebuah video yang menjadi viral, empat pelajar Sekolah Dasar dengan tulus mengungkapkan keinginan mereka kepada Presiden Joko Widodo untuk membangun jembatan baru. Mereka menceritakan kisah haru tentang melewati jembatan yang miring dan tak aman setiap hari.
M. Agil Alfarizi, seorang siswa kelas 1 di SDN Cibadak, dengan suara lirihnya menggambarkan bagaimana ia harus bergelantungan setiap kali melewati jembatan tersebut. “Kalau sekolah suka lewat sini, jalannya (gelantungan), enggak takut. Setiap hari lewat sini, kalau hujan ya enggak sekolah,” ujarnya penuh dengan keberanian meski dengan terbata-bata.
Sementara itu, Putri, seorang siswi kelas 5 dari sekolah yang sama, menceritakan pengalamannya yang memilukan. “Lewat jembatan pegangan gelantungan. Sejak tanggal 15 Juli, takut jatuh, apalagi hujan datang air naik, kata orang tua jangan (sekolah) takut nanti enggak bisa pulang,” tuturnya dengan raut wajah prihatin.
Yayasan Jampang Peduli (Jampe), salah satu lembaga yang aktif dalam sosial kemanusiaan, turut merespons cepat kejadian ini. Herlan, seorang anggota Jampe, menjelaskan upaya mereka dalam melakukan asessment dan menghitung biaya perbaikan jembatan. “Kami sudah memiliki anggaran dari Jampe sebesar Rp 50 juta, namun kami masih membutuhkan tambahan dana sebesar Rp 40 juta untuk menyelesaikan perbaikan jembatan ini sepenuhnya,” ujarnya.
Warga setempat dan berbagai pihak dari kalangan relawan telah bergerak untuk menggalang dana demi memastikan jembatan ini segera diperbaiki. Campaign galang dana juga dilakukan di berbagai platform untuk mendapatkan dukungan lebih luas dari masyarakat.
Harapan akan Akses AmanKisah dramatis di balik jembatan miring Sukabumi memang menarik perhatian publik. Anak-anak yang dengan polosnya mengungkapkan harapan mereka untuk memiliki akses yang aman dan nyaman ke sekolah menjadi cermin dari tantangan nyata infrastruktur di daerah pedesaan.
Perbaikan jembatan ini tidak hanya akan meningkatkan keamanan warga lokal, tetapi juga memungkinkan generasi muda untuk mengejar mimpi mereka dengan lebih baik. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sukabumi.
(N/014)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK