Akar yang Menahan Negeri
Oleh Muhammad TaufikMATAHARI pagi baru saja merayap dari ufuk timur ketika Azizi Kail mendorong perahunya ke perairan Kuala Tanjung, Kabupa
OPINI
SUMUT-Warga Deli Serdang sepakat menolak bupati dinasti yang akan memimpin daerah mereka selama lima tahun ke depan. Penolakan ini diwujudkan dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Kami warga Deli Serdang menolak dinasti” yang hingga kini belum diketahui siapa yang memasangnya. Dilihat dari tekstur tulisan di baliho tersebut, pemasangan sepertinya dilakukan secara spontan, menunjukkan bahwa warga Deli Serdang menginginkan perubahan.
Pemasangan baliho ini menandakan bahwa warga Deli Serdang dengan tegas menolak calon bupati Deli Serdang, dr. Asriludin Tambunan, yang merupakan anak dari Amri Tambunan serta keponakan Ashari Tambunan yang telah menjabat sebagai bupati selama 20 tahun.
Baliho yang terpampang di pagar sekitar kantor bupati Deli Serdang mendapat dukungan dari warga yang melintas. Seorang warga Lubuk Deli Serdang berinisial H menyatakan,
“Bagus ini, bang. Warga Deli Serdang muak melihat mereka saja yang mau jadi pemimpin di kabupaten ini,” saat diwawancarai oleh wartawan bitvonline.com pada Jumat (19/7/2024).
Meskipun baliho terlihat kusam, makna tulisan tersebut sangat menyentuh keinginan warga Deli Serdang selama ini. Baliho tersebut menjadi tontonan warga yang melintas dan menyebabkan sedikit kemacetan di depannya.
Namun, baliho itu kemudian dicabut oleh orang-orang yang mendukung bakal calon bupati dr. Aci. Seorang emak-emak yang melihat kejadian itu mengatakan, “Tadi dicabut baliho itu, bang. Kayaknya preman yang cabut.”
Heboh Mundurnya Aci dari ASN
Kalangan ASN di Deli Serdang, khususnya di dinas kesehatan, heboh dengan kabar bahwa dr. Asriludin Tambunan akan mengundurkan diri dari ASN pada akhir Juli 2024 setelah diketahui mendapat mandat dari Partai PDI Perjuangan untuk mencalonkan diri menjadi bupati. Kabar ini membuat segenap kalangan ASN sujud syukur karena mereka merasa terlepas dari belenggu kekejaman selama dr. Aci memimpin.
“Kami tadi dengar dari kawan-kawan bahwa beliau itu mundur dari ASN,” ungkap beberapa ASN yang tak mau namanya disebut karena takut dipindah tugas, sebuah ancaman yang sering mereka terima.
Kabar mundurnya dr. Aci sudah santer terdengar dan kini menunggu putusan dari PJ bupati terkait hal tersebut.
Sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang diterbitkan pada 16 Mei 2024, terdapat konsekuensi bagi para penjabat (PJ) kepala daerah yang ingin mengikuti Pilkada Serentak 2024. Dalam surat tersebut, Tito menegaskan bahwa mereka harus mundur sebagai aparatur sipil negara (ASN) paling lambat 40 hari sebelum pendaftaran pasangan calon.
(KRISNA)
Oleh Muhammad TaufikMATAHARI pagi baru saja merayap dari ufuk timur ketika Azizi Kail mendorong perahunya ke perairan Kuala Tanjung, Kabupa
OPINI
JAKARTA OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada platform ChatGPT dengan mengubahnya menjadi sebuah super app yang mampu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Mata uang
EKONOMI
MEDAN Persaingan di Grup B Piala AFF U19 2026 resmi berakhir. Timnas Thailand U19 memastikan diri melaju ke babak semifinal setelah me
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan sejumlah tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati M
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026). Berdasa
EKONOMI
JAKARTA Persaingan smartphone kelas menengah semakin ketat pada Juni 2026. Berbagai produsen menghadirkan perangkat 5G dengan chipset Sn
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (9/6/2026) dengan tren positif. Bursa saham Indonesia dibuka mengu
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi melimpahkan mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, beserta barang bukti kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada para duta besar (dubes) negara sahabat karena terlambat menerima S
NASIONAL