Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA -Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyoroti masalah maraknya penipuan online yang menjerat Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya para Gen-Z yang tergiur dengan tawaran gaji tinggi dan kesempatan bekerja di luar negeri. Fenomena ini seringkali mengakibatkan korban tertipu oleh modus perdagangan orang (TPPO), di mana penipuan dilakukan dengan menyamar sebagai lowongan pekerjaan yang menarik di platform online.
Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, dalam wawancara dengan kumparan dalam podcast DipTalk, menekankan pentingnya kehati-hatian WNI dalam menyaring informasi terkait lowongan pekerjaan. “Yang sering kali dikejar adalah gaji tinggi dan kesempatan bekerja di luar negeri yang terlihat menggiurkan, namun sering kali mereka kurang kritis terhadap prosedur yang seharusnya dilakukan,” ujarnya.
Menurut Judha, penting bagi calon pekerja untuk melakukan riset mendalam terkait latar belakang perusahaan yang menawarkan pekerjaan tersebut. “Seharusnya kita bertanya, bagaimana bisa mendapatkan gaji sebesar 1.200 USD tanpa membutuhkan kualifikasi khusus? Kita perlu kritis dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi ini,” tambahnya.
Judha juga mengungkapkan bahwa dalam banyak kasus, lowongan pekerjaan palsu sulit untuk diverifikasi legitimasinya karena hanya terdapat di media sosial dan tidak dapat dikonfirmasi kredibilitasnya. “Banyak lowongan hanya muncul di media sosial dan tidak bisa kita cross-check kredibilitas perusahaannya,” paparnya.
Lebih lanjut, Judha menyoroti pentingnya penandatanganan kontrak kerja sebelum berangkat ke negara tujuan. “Saya menyarankan agar calon pekerja tidak memaksakan diri untuk berangkat ke luar negeri jika lowongan tersebut tidak terbukti resmi,” katanya.
Melihat angka kasus penipuan yang tinggi, Judha mengakui bahwa ada kerentanan ekonomi di dalam negeri yang mendorong beberapa individu untuk mencari kesempatan di luar negeri tanpa mempertimbangkan risiko yang sebenarnya. “Kita harus menangani masalah TPPO secara menyeluruh, termasuk rehabilitasi, reintegrasi, dan pemberdayaan ekonomi bagi korban agar tidak terjebak lagi dalam lingkaran penipuan ini,” pungkasnya.
Dengan demikian, Kemlu RI terus mengedukasi dan memberikan peringatan kepada WNI agar lebih waspada dan kritis terhadap tawaran pekerjaan di dunia maya untuk mencegah penipuan dan melindungi kepentingan serta keselamatan mereka.
(N/014)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI