Bupati Karo Dukung Tim Paduan Suara GBKP Tampil di Panggung Internasional
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
SUMUT -Dalam perhelatan politik Sumatera Utara yang semakin memanas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mengumumkan dukungannya terhadap Wali Kota Medan, Bobby Nasution, untuk maju sebagai calon gubernur. Keputusan ini disampaikan sebagai tindak lanjut dari pertimbangan strategis partai untuk memenangkan Pilgub Sumut, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bendahara DPW PKB Sumut, Zeira Salim Ritonga.
“Alasan PKB memilih Bobby adalah soal peluang menang lebih tinggi,” ungkap Zeira dalam pernyataannya. Bobby Nasution dinilai memiliki pengalaman yang cukup sebagai seorang pemimpin, terutama karena pengabdiannya sebagai Wali Kota Medan yang mendapat apresiasi positif dari masyarakat. “Kemudian berpengalaman, masih muda itu dia, ini yang sifatnya secara pengalaman kan beliau ini pernah jadi wali kota, (bahkan) sampai sekarang. Dan masyarakat pun mayoritas masih senang dengan kerjanya di Kota Medan,” tambah Zeira.
Meskipun demikian, keputusan PKB untuk tidak memilih Edy Rahmayadi, mantan Gubernur Sumut yang juga telah bergabung dengan partai tersebut sejak Pilpres lalu, mencerminkan dinamika politik yang kompleks. Zeira mengakui bahwa Edy Rahmayadi memiliki rekam jejak yang baik selama lima tahun memimpin Sumatera Utara, namun dalam konteks Pilgub, PKB harus membuat pilihan strategis.
“Iya ya memang Pak Edy juga berpengalaman lima tahun (sebagai gubernur), baik, bagus, kerjanya memang baik. Cuma kan enggak bisa dua-duanya kita ajukan sebagai calon gubernur kan. Harus ada pilihan satu, itu saja,” jelas Zeira.
Edy Rahmayadi sendiri telah melakukan langkah-langkah awal untuk mendaftar ke PKB dan beberapa partai lainnya pada bulan Mei tahun ini, namun hingga saat ini belum ada partai lain yang menyatakan dukungan resmi terhadapnya.
Dengan keputusan PKB ini, Pilgub Sumut 2024 semakin menarik untuk diikuti, karena akan menjadi panggung pertarungan politik antara dua tokoh yang memiliki basis dan dukungan yang kuat di Sumatera Utara. Sementara Bobby Nasution dikenal dengan karismanya sebagai pemimpin muda yang dinamis, Edy Rahmayadi mengusung pengalaman dan rekam jejaknya yang telah teruji dalam kepemimpinan daerah.
Tantangan besar menanti kedua calon ini dalam menghadapi dinamika politik dan ekspektasi masyarakat Sumut yang semakin tinggi. Bagi PKB, dukungan terhadap Bobby Nasution menjadi langkah strategis untuk meraih kemenangan, sementara bagi Edy Rahmayadi, tantangan untuk mengumpulkan dukungan lintas partai dan memenangkan hati pemilih tetap menjadi fokus utama dalam perjalanan politiknya menuju Pilgub Sumut 2024.
(N/014)
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Pemerintah Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap. Kepala Dinas Peker
PEMERINTAHAN
MEDAN Pada malam ke7 Ramadan 1447 H, Ustad Dr. Awaludin, M. Pd memberikan tausyiah singkat tentang kiat meraih kebahagiaan hidup di Mes
AGAMA
JAKARTA Sebanyak 1.000 unit kendaraan niaga asal India untuk operasional logistik Koperasi Merah Putih dilaporkan telah tiba di Indonesi
EKONOMI
MEDAN Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, menyoroti lonjakan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di
EKONOMI
TAPANULI SELATAN Anggaran sebesar Rp 428 juta untuk pelatihan bakal calon kepala sekolah (BCKS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan tiga mantan pejabat Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atas dugaan korupsi retribus
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA, BALI Dugaan perambahan hutan tanpa izin kembali mencuat di kawasan Hutan Pendem, Kabupaten Jembrana. Aktivitas pembukaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan reputasi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Dal
PEMERINTAHAN
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependud
PEMERINTAHAN