Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
SULTENG -Kisah kontroversial di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali, Sulawesi Tengah, mengemuka setelah Zein Isa Krisna, seorang HRD terkemuka, dipecat akibat pernyataannya yang menghebohkan. Insiden ini mempertontonkan bagaimana keputusan sehari-hari di dunia kerja dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dan kehidupan individu.
Naskah: Pada Senin (24/6/2024), kejadian di PT IMIP Morowali memasuki babak baru ketika Zein Isa Krisna, seorang yang biasa dikenal sebagai HRD yang tegas dan berwibawa, mendapati dirinya terlibat dalam kontroversi yang merenggangkan hubungan dengan calon karyawan. Insiden ini bermula ketika Zein mengeluarkan pernyataan yang memicu kecaman publik setelah meneriaki salah satu calon karyawan dengan kata ‘sampah’.
Calon karyawan yang menjadi sasaran pernyataan tidak pantas tersebut bernama I Made, yang sebelumnya sedang dalam proses penerimaan kerja di perusahaan tersebut. Kejadian itu terjadi saat I Made tertangkap merokok di dalam ruangan, sebuah pelanggaran yang jelas diatur dalam peraturan perusahaan.
Dalam keterangan kepada detikSulsel, Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengkonfirmasi bahwa Zein telah dipecat sebagai akibat langsung dari insiden tersebut. Video yang menampilkan perilaku tidak pantas Zein viral di media sosial, memaksa manajemen perusahaan untuk mengambil tindakan tegas.
“Keputusan untuk memecat Zein sudah diambil, karena tindakan yang dilakukannya dianggap keliru dan tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan,” ujar Dedy.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa meskipun I Made akhirnya diterima bekerja dengan status percobaan, pelanggaran yang dilakukannya tidak akan diabaikan. “I Made diterima dengan status percobaan selama 6 bulan, dengan catatan pelanggaran yang ia lakukan akan menjadi pertimbangan dalam penilaian selanjutnya,” tambah Dedy.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana sebuah tindakan impulsif dari seorang pejabat senior dapat berdampak luas terhadap reputasi perusahaan. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya untuk menegakkan etika kerja yang baik di setiap lini organisasi, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya manusia.
PT IMIP sendiri adalah salah satu perusahaan terkemuka di Sulawesi Tengah yang bergerak dalam industri berat, menyediakan lapangan kerja bagi ribuan pekerja lokal. Namun, insiden ini menjadi momentum refleksi bagi manajemen perusahaan untuk memperkuat proses rekruitmen dan penegakan disiplin yang lebih ketat di masa mendatang.
Kontroversi ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait untuk senantiasa mengedepankan profesionalisme dan menghindari tindakan yang dapat merugikan pihak lain, terutama dalam lingkungan kerja yang multikultural seperti di PT IMIP Morowali.
(N/014)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL