BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Harga Batu Bara Jeblok, Sri Mulyani Khawatirkan Nasib Warga Kalimantan: Dampaknya Bikin Deg-Degan!

BITVonline.com - Jumat, 07 Juni 2024 06:06 WIB
Harga Batu Bara Jeblok, Sri Mulyani Khawatirkan Nasib Warga Kalimantan: Dampaknya Bikin Deg-Degan!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Harga batu bara global belakangan ini mengalami penurunan yang signifikan, menimbulkan kekhawatiran bagi Indonesia sebagai salah satu eksportir terbesar batu bara di dunia. Penurunan ini tidak hanya mempengaruhi penerimaan negara, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi dan keuangan nasional.

Pada Kamis (6/6/2024), harga batu bara global acuan ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2024 tercatat sebesar US$135,9 per ton, turun 0,8% dari hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi dalam waktu sebulan, di mana harga batu bara merosot sebesar 7%, dari US$145,95 per ton pada 6 Mei 2024. Faktor utama di balik penurunan ini adalah peningkatan kapasitas energi terbarukan di China, yang menambah hampir 350 gigawatt (GW) kapasitas baru pada tahun 2023.

Dampak langsung dari penurunan harga batu bara ini terasa di Indonesia, yang merupakan salah satu eksportir terbesar batu bara di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor batu bara menyumbang 22,99% dari total ekspor Indonesia pada 2023, dengan nilai total ekspor mencapai US$258,82 miliar. Namun, dengan harga batu bara yang merosot, terdapat potensi pengurangan pendapatan negara dari sektor ini.

Selama empat tahun terakhir, batu bara dan minyak mentah kelapa sawit (CPO) menjadi komoditas utama yang menopang surplus ekspor Indonesia. Namun, dengan pelemahan harga batu bara, nilai ekspor batu bara Indonesia pada Januari-April 2024 jeblok 24,2% menjadi US$ 10,18 miliar, menurut data BPS. Dampaknya juga terasa pada pendapatan masyarakat di kantong-kantong produksi batu bara seperti Kalimantan dan Sumatera, serta pendapatan negara dari pajak penghasilan (PPh) produsen batu bara dan royalti batu bara yang menurun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh pelemahan harga komoditas, termasuk batu bara, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Sri Mulyani menekankan bahwa penurunan harga komoditas andalan Indonesia dalam waktu singkat dapat berdampak besar terhadap penerimaan negara, menyoroti urgensi untuk mencari solusi dalam mengatasi risiko tersebut.

Meskipun Indonesia memiliki rencana untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan, seperti yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, penurunan harga batu bara masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Upaya untuk diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu menjadi semakin penting dalam menghadapi perubahan tren harga global.

Tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup stabilitas nilai tukar dan kemungkinan defisit transaksi berjalan. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk mengatasi dampak pelemahan harga batu bara dan menjaga keberlangsungan ekonomi nasional.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru