BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Prabowo Subianto Koreksi Program Makan Siang Gratis Menjadi Makan Bergizi Gratis? Simak Alasannya

BITVonline.com - Jumat, 24 Mei 2024 03:43 WIB
Prabowo Subianto Koreksi Program Makan Siang Gratis Menjadi Makan Bergizi Gratis? Simak Alasannya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Keputusan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk mengoreksi nama program “Makan Siang Gratis” menjadi “Makan Bergizi Gratis” telah menimbulkan banyak perbincangan. Langkah ini diambil setelah Prabowo mempertimbangkan aspek kesehatan dan fleksibilitas waktu dalam memberikan makanan kepada anak-anak di sekolah dasar.

“Dengan istilah ‘Makan Bergizi Gratis’, kami ingin menyampaikan pesan yang lebih luas dan komprehensif tentang pentingnya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, terutama yang bersekolah di tingkat dasar,” ungkap Prabowo  Kamis (23/5/2024).

Prabowo menyoroti pentingnya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah dasar yang mungkin memerlukan asupan nutrisi tambahan, terutama saat mereka harus menunggu waktu makan siang yang terlalu lama setelah masuk sekolah pada pagi hari. Dalam konteks ini, Prabowo menyatakan bahwa memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Tidak hanya itu, keputusan Prabowo untuk mengoreksi istilah program tersebut juga didasari oleh pertimbangan fleksibilitas waktu. Habiburokhman, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, menjelaskan bahwa tim internal Prabowo telah mengkaji perubahan istilah program tersebut untuk memastikan waktu pemberian makanan bisa lebih fleksibel.

“Di berbagai wilayah, siswa sekolah TK dan SD bisa saja pulang sebelum waktu jam makan siang. Oleh karenanya, jika siswa TK dan SD yang masuk pagi harus menunggu hingga waktu jam makan siang, itu terlalu lama,” jelas Habiburokhman.

Pengubahan nama program menjadi “Makan Bergizi Gratis” diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel dalam penentuan waktu pemberian makanan kepada anak-anak. Dengan demikian, waktu pemberian makanan tidak harus terbatas pada jam makan siang saja, tetapi bisa diberikan lebih awal, tergantung pada kebutuhan dan kondisi setiap sekolah dan wilayah.

“Perubahan ini juga memungkinkan bagi anak-anak yang pulang lebih awal atau berpuasa selama bulan Ramadhan untuk tetap mendapatkan asupan makanan bergizi,” tambah Habiburokhman.

Kesimpulannya, keputusan Prabowo untuk mengoreksi nama program tersebut tidak hanya sekadar perubahan istilah semata, tetapi juga mencerminkan perhatian mendalam terhadap kesehatan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru