Cadangan Devisa RI Turun Rp 23 Triliun, BI Ungkap Penyebab Utamanya
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi US 144,9 miliar, dari posisi bu
EKONOMI
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan refocusing atau penataan ulang penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut tidak perlu diberikan secara menyeluruh kepada seluruh anak.
Charles menegaskan, MBG seharusnya difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti anak dari keluarga rentan, wilayah dengan angka stunting tinggi, serta kelompok ibu hamil dan menyusui.
"Tidak semua anak harus menjadi penerima MBG. Program perlu difokuskan pada mereka yang menghadapi risiko kekurangan gizi, stunting, maupun keterbatasan akses terhadap pangan bergizi," kata Charles, Senin (8/6/2026).Baca Juga:
Ia menilai kebijakan refocusing tersebut merupakan langkah yang rasional dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, program MBG lebih tepat diposisikan sebagai intervensi gizi, bukan program universal.
Sebagai instrumen intervensi gizi, MBG disebut harus menyasar kelompok paling rentan seperti balita, anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu, serta masyarakat di wilayah dengan prevalensi gizi buruk tinggi.
Charles juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran negara di tengah keterbatasan fiskal. Dengan penajaman sasaran, ia menilai dampak program bisa lebih maksimal dan terukur.
"Dengan demikian, anggaran negara dapat difokuskan untuk menghasilkan dampak perbaikan gizi yang nyata dan terukur," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan MBG ke depan tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi dari dampaknya terhadap penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan kebijakan refocusing penerima manfaat MBG. Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut pihaknya tidak lagi mengejar jumlah penerima hingga puluhan juta orang, melainkan fokus pada kualitas layanan dan dampak gizi.
BGN menyatakan akan memprioritaskan kelompok paling rentan, seperti ibu hamil, balita, dan siswa sekolah dasar, dalam implementasi program tersebut ke depan.*
(k/dh)
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi US 144,9 miliar, dari posisi bu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa skema bagi hasil atau gross split hanya berlaku
EKONOMI
MEDAN Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan merilis jadwal terbaru layanan SIM Keliling di Kota Medan untuk periode 8 hingga
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Kepresidenan, J
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi belak
EKONOMI
BINJAI Pemerintah Kota Binjai mendukung penuh pelaksanaan Pesta Budaya Karo Mbure Ate Tedeh Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdek
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan menyusul g
NASIONAL
JAKARTA Timnas Vietnam U19 kini berada dalam situasi genting untuk memastikan langkah ke semifinal Piala AFF U19 2026 setelah kalah 1
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan refocusing atau penata
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua tersangka dari unsur swasta dalam kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023
HUKUM DAN KRIMINAL