BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Mentan Sebut Harga TBS Sawit Anjlok di Tengah Kuatnya Dolar AS: Ini Kondisi Anomali

Adelia Syafitri - Senin, 08 Juni 2026 11:33 WIB
Mentan Sebut Harga TBS Sawit Anjlok di Tengah Kuatnya Dolar AS: Ini Kondisi Anomali
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman rapat bersama bupati, Dirreskrimsus, hingga petani sawit membahas stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Foto: detik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi belakangan ini. Ia menilai kondisi tersebut tidak wajar atau anomali karena terjadi di tengah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Mentan Amran menyebut, secara teori pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru seharusnya mendorong kenaikan harga komoditas ekspor, termasuk kelapa sawit. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan harga TBS justru mengalami penurunan.

"Ini ada anomali. Seharusnya harga naik, bukan turun. Karena nilai dolar naik sekitar 10 persen, jadi tidak ada alasan harga turun," ujar Amran dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, pemerintah telah memanggil sejumlah pelaku industri sawit, mulai dari asosiasi, perusahaan, hingga eksportir, untuk meminta penjelasan terkait kondisi tersebut. Namun hingga kini belum ditemukan alasan yang dianggap kuat atas penurunan harga TBS.

Dari hasil pertemuan tersebut, seluruh pihak disebut sepakat untuk mengembalikan harga TBS sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.

"Kita sepakat semua untuk kembali ke harga semula. Tidak ada yang menolak," katanya.

Amran menegaskan, harga TBS harus mengacu pada penetapan pemerintah daerah melalui regulasi yang berlaku, seperti peraturan gubernur. Ia mencontohkan harga di sejumlah daerah yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.200 hingga Rp3.600 per kilogram harus kembali ke level tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai momentum penguatan ekspor pertanian nasional seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi petani. Tahun sebelumnya, nilai ekspor pertanian disebut meningkat hingga Rp167 triliun.

"Ini harus jadi momentum. Ekspor kita naik, maka petani harus ikut merasakan dampaknya," ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Pertanian bersama aparat penegak hukum akan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan sawit yang tidak menaikkan harga sesuai kesepakatan.

Dari total sekitar 1.900 perusahaan sawit, terdapat sekitar 300 perusahaan yang akan ditelusuri lebih lanjut karena diduga belum menyesuaikan harga TBS.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bangkit dari Vakum! Koperasi Syariah Perintis Mart 2 Gelar RAT ke-14 di Tanjab Timur, Bahas Penguatan Usaha dan Ekspansi Bisnis
Petani Sawit Mengeluh, Bupati Asahan Turun Tangan Kumpulkan Pimpinan PKS
Harga CPO Melonjak, Pemerintah Sepakat Naikkan HET MinyaKita
PKS SGAM Jelaskan Alasan Harga TBS Sawit Tidak Selalu Sama dengan Daerah Lain
Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
Harga TBS Sawit Anjlok ke Rp2.500 per Kg, Pemprov Sumut Sebut Dampak Transisi Ekspor Satu Pintu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru