Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
MEDAN – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Sumatera Utara terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Provinsi Sumut menilai kondisi tersebut dipengaruhi masa transisi kebijakan ekspor satu pintu yang membuat serapan pasar terhadap hasil produksi sawit menjadi terbatas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, mengatakan penurunan harga TBS terjadi karena sejumlah eksportir masih menyesuaikan diri dengan kebijakan baru pengelolaan ekspor yang diterapkan pemerintah.
Menurut Fariz, sebelumnya produksi sawit petani dapat diserap oleh banyak eksportir. Namun saat ini aktivitas pembelian mengalami perlambatan karena pelaku usaha masih menunggu kepastian mekanisme ekspor yang baru.Baca Juga:
"Ini masih dalam masa transisi. Kami berharap proses adaptasi berjalan cepat sehingga harga TBS sawit dapat kembali normal seperti sebelumnya," ujar Fariz, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumut terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara berkala guna memastikan harga di tingkat petani tidak dipermainkan oleh pihak tertentu selama masa transisi berlangsung.
Selain itu, pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), serta perusahaan pengolahan kelapa sawit agar harga yang diterima petani tetap berada pada tingkat yang wajar.
"Kami terus melakukan monitoring agar petani tidak dirugikan terlalu jauh akibat kondisi saat ini," katanya.
Fariz menambahkan, pemerintah juga memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pupuk subsidi bagi petani sawit tetap terjaga. Menurutnya, harga pupuk nonsubsidi saat ini masih dipengaruhi kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi dunia.
"Harga pupuk memang masih terdampak situasi global karena bahan baku dan energi sangat dipengaruhi kondisi internasional. Kita berharap situasi global segera membaik agar biaya produksi pertanian bisa kembali stabil," jelasnya.
Berdasarkan data di lapangan, harga TBS sawit di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp2.500 per kilogram. Angka tersebut turun dibandingkan harga sebelumnya yang sempat mencapai sekitar Rp3.300 per kilogram.
Pemerintah berharap masa transisi kebijakan ekspor dapat segera selesai sehingga aktivitas perdagangan kembali normal dan harga sawit petani kembali mengalami perbaikan.*
(tm/dh)
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Awal (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi S
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menegaskan penentuan maupun perubahan peringkat desil 1 hingga 10 dalam Data
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pelaksanaan reforma agraria tidak boleh berhenti pada persoalan sertifikat dan kepa
NASIONAL
SIDOARJO Ratusan santri Pondok Pesantren Manba&039ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengal
PERISTIWA
MEDAN Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap seorang warga Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Mandailing Natal, Fauzan Lubis, divonis bebas dalam perkara dugaan korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali normal pada Rabu, 2 September 20
NASIONAL
MEDAN Guru SD Negeri 060807 Medan berinisial DAL mengundurkan diri setelah dilaporkan orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota
PENDIDIKAN
MEDAN Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara, Boya Yanti Gultom, mengajak seluruh anggota menjadikan akhlak Rasulul
PEMERINTAHAN