Menlu Pastikan Pasukan Indonesia di Gaza Hanya Lindungi Sipil, Tak Ada Operasi Militer
JAKARTA Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa 8.000 personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Int
INTERNASIONAL
JAKARTA -Sebuah percakapan telepon yang penuh harapan terjadi antara Prabowo Subianto, tokoh penting dalam politik Indonesia, dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Rabu (17/4). Dalam percakapan tersebut, Presiden Yoon menyoroti tingginya dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada Prabowo dalam Pilpres 2024 yang akan datang. Dalam sebuah kutipan yang memukau, Presiden Yoon menyatakan, “Saya mengetahui Bapak Prabowo sudah memperoleh dukungan yang sangat tinggi dari masyarakat Indonesia. Saya harap Indonesia akan lebih makmur lagi di bawah kepemimpinan Bapak.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pengakuan akan dukungan luas yang diterima oleh Prabowo dari rakyat Indonesia, menegaskan posisinya sebagai tokoh yang memiliki pandangan kuat dan dukungan yang solid. Respons yang hangat dari Prabowo, yang mengungkapkan terima kasih atas ucapan selamat tersebut, menunjukkan sikap yang terbuka untuk membangun hubungan yang erat antara Indonesia dan Korea Selatan di masa depan.
Selain itu, kedua pemimpin juga menggarisbawahi pentingnya hubungan diplomatik yang telah terjalin antara kedua negara selama lebih dari setengah abad. Hubungan yang dimulai sejak tahun 1973 telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Presiden Yoon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama ini di berbagai bidang, menandakan pentingnya kerja sama regional yang saling menguntungkan.
Prabowo, dengan penuh semangat, menyatakan harapannya untuk dapat bertemu Presiden Yoon secara langsung untuk membahas lebih dalam mengenai kerja sama kedua negara. “Terima kasih, saya juga ingin bahwa hubungan baik ini kita tingkatkan. Saya juga berharap kita bisa berjumpa untuk menyampaikan hal-hal yang perlu kita bicarakan bersama lebih mendalam,” ujarnya dengan antusiasme.
Dalam konteks ini, penting untuk menggarisbawahi kunci tagar yang relevan, seperti:
#DiplomasiPilpres2024: Menyoroti pentingnya diplomasi dan hubungan internasional dalam konteks Pilpres 2024. #KerjaSamaRegional: Menggambarkan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan global. #MasaDepanBersama: Menekankan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan untuk mencapai masa depan yang lebih cerah. #SolidaritasRakyat: Menyoroti dukungan yang kuat dari masyarakat sebagai fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif.Percakapan ini mencerminkan komitmen kedua pemimpin untuk memperkuat hubungan bilateral yang erat, yang dapat memberikan manfaat besar bagi kedua negara dan memperkuat stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara.
(N/014)
JAKARTA Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa 8.000 personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Int
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi X DPR RI menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggaran kementerian pendidikan. Wakil Ket
PEMERINTAHAN
TAPANULI UTARA Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Perseroda Pertanian melaksanakan pertemuan dengan 20 kelompok tani layanan PP
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kepemilikan saham pemerintah Indonesia di PT Freeport
EKONOMI
JAKARTA Harga emas 24 karat Antam hari ini, Sabtu (21/2/2026), melonjak tajam dan kembali menembus level Rp 3 juta per gram. Berdasarkan
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi bagi perusahaan Amerika Serikat dalam pengembangan mineral kritis, tetapi menegas
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai mempersiapkan kontingen Indonesia untuk SEA Games 2027 meski daftar cabang ola
OLAHRAGA
JAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia tetap berada la
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi menjadi raksasa tidur. Pernyataan itu disampaikan dalam pertem
POLITIK
JAKARTA Diplomasi Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil nyata. Tarif impor Amerika Serikat ke Indonesia berhasil diturunkan dari 32
POLITIK