Bertambah! 28 Anak Jadi Korban Dugaan Pencabulan Kakek Pedagang Mainan di Deli Serdang
MEDAN Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menangkap seorang pria lanjut usia berinisial L (65), yang diduga mencabuli puluhan sisw
HUKUM DAN KRIMINAL
JAWA TENGAHÂ – Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan pemberian bantuan senilai Rp177 miliar untuk membantu petani yang terdampak banjir di sejumlah daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendukung kelompok tani agar dapat kembali produktif dalam menghasilkan pangan.
Menurut Andi Amran Sulaiman, bantuan yang disalurkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan meliputi benih padi dan jagung serta dana untuk optimalisasi pompanisasi di Jawa Tengah. “Dari total bantuan Rp177 miliar, Rp175 miliar digunakan untuk benih padi dan jagung, sementara Rp2 miliar untuk pompanisasi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Bantuan benih padi senilai Rp43,1 miliar ditujukan untuk lahan seluas 126,7 hektare, sementara benih jagung senilai Rp131,9 miliar diperuntukkan untuk lahan seluas 146,5 hektare. “Bantuan ini akan disalurkan kepada kelompok tani yang terdampak banjir melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.
Selain itu, bantuan senilai Rp2 miliar berupa dua unit pompa air, 15 unit irigasi perpompaan, dan dua unit Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) disalurkan khusus untuk Kabupaten Grobogan. Amran juga mendorong percepatan tanam melalui penerapan pompanisasi di Jawa Tengah, dengan harapan sistem pengairan ini dapat meningkatkan produksi pangan.
“Pompanisasi dapat memberi jaminan ketersediaan air sehingga petani dapat menanam di segala musim,” ungkapnya.
Jawa Tengah, sebagai salah satu sentra padi di Indonesia, memiliki kurang lebih 300 ribu hektar lahan tadah hujan yang potensinya dapat dimaksimalkan melalui penerapan pompanisasi. “Kami sudah siapkan pompa untuk tahap pertama di Jawa Tengah sebanyak 5.000 unit,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Jawa Tengah, Sumarno, menyebut bahwa sejumlah daerah di provinsi tersebut mengalami bencana banjir pada pertengahan Maret 2024. Banjir tersebut tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga melanda lahan pertanian.
“Untuk bantuan benih padi dan jagung, nanti Dinas Pertanian akan mendistribusikannya kepada para petani, bersama Forkopimda,” kata Sumarno.
Diharapkan, bantuan ini dapat membantu petani Jawa Tengah untuk segera pulih dan kembali produktif dalam menghasilkan pangan. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung petani Indonesia, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana alam.
(K/09)
MEDAN Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menangkap seorang pria lanjut usia berinisial L (65), yang diduga mencabuli puluhan sisw
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan tiga arah utama pembenahan pelayanan publik di Kota Medan, yakni percepatan
PEMERINTAHAN
BOGOR Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Bogor resmi membuka Bogor ICMI Islamic Festival (BiiFest) 2026 p
NASIONAL
BANDA ACEH Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menangkap seorang petani asal Aceh Tengah berinisial AW (58) yang diduga membawa 50 kil
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat layanan sosial dan penanganan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) 2025 tidak hanya menda
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan langkah tegas pembenahan total PUD Pembangunan Kota Medan dengan mempriorita
PEMERINTAHAN
PEMATANGSIANTAR Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memastikan tidak terdapat konflik kepentingan terkait pembelian tanah di Jalan C
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan mengungkap dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan pemilik po
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Tulisan I Gusti Putu Artha terkait polemik BPJS PBI di Denpasar menimbulkan pertanyaan publik apakah ini analisis independen a
NASIONAL