Target 700 Ribu Anak Terima MBG, Pemko Medan Perkuat Sinergi dengan Kodim 0201
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dengan Kodim 0201/Medan untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendukung berbagai pr
PEMERINTAHAN
BOGOR – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengangkat isu penting tentang praktik yang tidak sehat dalam promosi dan pemberian penghargaan di berbagai sektor di Indonesia. Dalam pidato yang disampaikan di acara wisuda Universitas Pertahanan (Unhan), Prabowo menyoroti fenomena yang sering disebut sebagai ‘koncoisme’ dan pengaruh ‘koneksi’ dalam proses pengambilan keputusan.
Koncoisme, sebagaimana diungkapkan oleh Prabowo, merujuk pada kecenderungan untuk memberikan preferensi atau keuntungan kepada individu berdasarkan hubungan pribadi atau jaringan sosial mereka, bukan berdasarkan pada prestasi atau kompetensi yang sesungguhnya. Hal ini menciptakan ketidakadilan dalam kesempatan dan pengakuan atas prestasi, serta dapat menghambat perkembangan individu yang berbakat namun tidak memiliki koneksi yang kuat.
Prabowo juga menyoroti faktor ‘koneksi’, yang menempatkan individu pada posisi unggulan atau mendapatkan penghargaan berdasarkan hubungan atau hubungan politik mereka, bukan berdasarkan kualifikasi atau pencapaian yang sebenarnya. Ini menimbulkan keraguan akan keadilan dan integritas dalam proses pengambilan keputusan, serta merugikan individu yang tidak memiliki akses ke jaringan politik atau hubungan yang kuat.
Dalam konteks ini, Prabowo memuji Unhan karena menerapkan prinsip meritokrasi, yang memberikan penghargaan dan promosi berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan prestasi yang sesungguhnya. Meritokrasi adalah prinsip yang menghargai kemampuan dan pencapaian seseorang sebagai faktor utama dalam menentukan posisi atau penghargaan yang diberikan, bukan hubungan personal atau politik.
Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan budaya meritokrasi di Unhan dan sektor lainnya sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan yang adil dan berprestasi. Dengan meritokrasi, individu yang berbakat dan berkompeten memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan sukses, tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal seperti koneksi politik atau hubungan pribadi.
Dalam wawancaranya, Prabowo menekankan bahwa meritokrasi bukan hanya prinsip yang adil, tetapi juga merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas organisasi serta memastikan penggunaan sumber daya manusia yang optimal. Dia menegaskan pentingnya memerangi koncoisme dan faktor koneksi dalam upaya mewujudkan sistem yang transparan, efisien, dan berkualitas di berbagai sektor kehidupan nasional.
Pada akhirnya, Prabowo menyerukan untuk menjadikan meritokrasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan individu dan bangsa, sehingga dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, kompeten, dan mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.
(A/08)
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dengan Kodim 0201/Medan untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendukung berbagai pr
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penetapan perwalian anak bukan sekadar urusan administrasi. Menurutnya, proses t
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik Erfin Fahrurrazi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Rico
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan
PARIWISATA
NIAS BARAT Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya menegaskan kemajuan pendidikan di Kabupaten Nias Barat membutuhkan kolabora
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa e
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah isu yang menyebut dirinya mundur da
POLITIK
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL