Sekdaprov Sumut Nilai HIPMI Mitra Strategis Pemerintah: Ekonomi Daerah Kuat Ditopang Wirausaha Muda
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menyatakan bahwa fondasi ekonomi Sumatera Utara saat ini berad
EKONOMI
BOGOR – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengangkat isu penting tentang praktik yang tidak sehat dalam promosi dan pemberian penghargaan di berbagai sektor di Indonesia. Dalam pidato yang disampaikan di acara wisuda Universitas Pertahanan (Unhan), Prabowo menyoroti fenomena yang sering disebut sebagai ‘koncoisme’ dan pengaruh ‘koneksi’ dalam proses pengambilan keputusan.
Koncoisme, sebagaimana diungkapkan oleh Prabowo, merujuk pada kecenderungan untuk memberikan preferensi atau keuntungan kepada individu berdasarkan hubungan pribadi atau jaringan sosial mereka, bukan berdasarkan pada prestasi atau kompetensi yang sesungguhnya. Hal ini menciptakan ketidakadilan dalam kesempatan dan pengakuan atas prestasi, serta dapat menghambat perkembangan individu yang berbakat namun tidak memiliki koneksi yang kuat.
Prabowo juga menyoroti faktor ‘koneksi’, yang menempatkan individu pada posisi unggulan atau mendapatkan penghargaan berdasarkan hubungan atau hubungan politik mereka, bukan berdasarkan kualifikasi atau pencapaian yang sebenarnya. Ini menimbulkan keraguan akan keadilan dan integritas dalam proses pengambilan keputusan, serta merugikan individu yang tidak memiliki akses ke jaringan politik atau hubungan yang kuat.
Dalam konteks ini, Prabowo memuji Unhan karena menerapkan prinsip meritokrasi, yang memberikan penghargaan dan promosi berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan prestasi yang sesungguhnya. Meritokrasi adalah prinsip yang menghargai kemampuan dan pencapaian seseorang sebagai faktor utama dalam menentukan posisi atau penghargaan yang diberikan, bukan hubungan personal atau politik.
Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan budaya meritokrasi di Unhan dan sektor lainnya sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan yang adil dan berprestasi. Dengan meritokrasi, individu yang berbakat dan berkompeten memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan sukses, tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal seperti koneksi politik atau hubungan pribadi.
Dalam wawancaranya, Prabowo menekankan bahwa meritokrasi bukan hanya prinsip yang adil, tetapi juga merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas organisasi serta memastikan penggunaan sumber daya manusia yang optimal. Dia menegaskan pentingnya memerangi koncoisme dan faktor koneksi dalam upaya mewujudkan sistem yang transparan, efisien, dan berkualitas di berbagai sektor kehidupan nasional.
Pada akhirnya, Prabowo menyerukan untuk menjadikan meritokrasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan individu dan bangsa, sehingga dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, kompeten, dan mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.
(A/08)
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menyatakan bahwa fondasi ekonomi Sumatera Utara saat ini berad
EKONOMI
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Dinas Pendidikan Sumut untuk menaikkan gaji guru setiap tahun, khususnya bag
PENDIDIKAN
FLORIDA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera mengambil alih Kuba. Pernyataan itu ia sampa
INTERNASIONAL
BANDA ACEH Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menegaskan pentingnya peran strategis alumni Universitas Gadjah Mada dalam mendorong pembangu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Selebgram asal Korea Selatan Na Daehoon mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap mantan istrinya, Julia Prastini atau Jule,
ENTERTAINMENT
JAKARTA Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengkritik wacana pembentukan tim asesor aktivis hak asasi m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia meninggal dunia pada awal pelaksanaan ibadah haji 144
NASIONAL
MEDAN Tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara memusnahkan bom militer jenis ranjau darat yan
PERISTIWA
JAKARTA Presiden ke5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempertanyakan proses hukum kasus penyiraman air ker
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi ajang konsolidasi besar
NASIONAL