
Waspada Suhu Ekstrem! Wali Kota Medan Keluarkan 6 Imbauan Penting
MEDAN Menyikapi lonjakan suhu udara di Kota Medan yang mencapai 36,7 derajat Celsius, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengeluarkan e
Pemerintahan
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang melibatkan buron Harun Masiku. Dalam perkara ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah ditetapkan sebagai tersangka.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, mengonfirmasi bahwa pada hari ini, Jumat (31/1/2025), KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang terkait dengan dugaan suap dalam pengurusan anggota DPR 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Pada hari ini, KPK memanggil dan memeriksa tiga saksi untuk kasus yang melibatkan tersangka Harun Masiku,” ujar Tessa di Gedung Merah Putih KPK.Ketiga saksi yang diperiksa kali ini berasal dari latar belakang yang beragam, yaitu seorang karyawan swasta, seorang wiraswasta, dan seorang dosen. Pemeriksaan ini berlangsung di gedung KPK di Jakarta.”Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, dengan saksi berinisial DJS, seorang karyawan swasta, ITS yang merupakan wiraswasta, dan SH yang berprofesi sebagai dosen,” jelas Tessa.
Baca Juga:
KPK juga menyebutkan bahwa saksi-saksi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan untuk mendalami proses PAW yang melibatkan Harun Masiku serta dugaan suap yang terjadi dalam proses tersebut.Sebelumnya, KPK juga telah memanggil enam saksi terkait dengan perkara ini. Namun, empat di antaranya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas. Salah satu saksi yang tidak hadir adalah MIY, yang merupakan sopir Saeful Bahri. Tessa menambahkan bahwa pihak KPK akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap saksi-saksi yang mangkir tersebut.
“Kami berharap agar para saksi dapat lebih kooperatif dan memenuhi panggilan KPK agar penyidikan dapat berjalan dengan lancar,” kata Tessa.Penyidik KPK akan terus mendalami peran saksi-saksi ini dalam dugaan suap PAW yang terjadi di KPU, termasuk keterlibatan mereka dalam proses pengaturan PAW untuk Harun Masiku. KPK menegaskan bahwa seluruh saksi akan diperiksa terkait pengetahuan mereka tentang dugaan korupsi yang melibatkan PAW dan suap tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Baca Juga:
(dtk)(JOHANSIRAIT)
MEDAN Menyikapi lonjakan suhu udara di Kota Medan yang mencapai 36,7 derajat Celsius, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengeluarkan e
PemerintahanJAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait ketidaksesuaian standar
Hukum dan KriminalNIAS BARAT Pemerintah Kabupaten Nias Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra)
PemerintahanMEDAN Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 di Jal
PemerintahanJAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga bahwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatra U
Hukum dan KriminalJAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek digitalisasi Stasiun Pengisian
Hukum dan KriminalJAKARTA Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengumumkan pemblokiran terhadap ribuan rekening dormant atau tidak akti
NasionalTAPANULI TENGAH Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, menyayangkan beredarnya informasi tidak akurat yang
PendidikanJAKARTA Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara terkait usulan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mu
NasionalBOGOR Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti pentas seni gabungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 dan Sekolah Rakyat Me
Nasional