Kolaborasi Maruli Siahaan dengan LPSK dan Dirjenpas, Fokus Selesaikan Masalah Hukum di Sumut
MEDAN Dalam rangka membangun silaturahmi dan kolaborasi di bulan suci Ramadan, Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli
POLITIK
Jakarta – Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan pada 2027. Dalam rangka mencapainya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya menjaga ketersediaan lahan sawah agar tidak mengalami defisit. AHY menjelaskan bahwa pencapaian swasembada pangan memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
AHY menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai, yang akan memastikan distribusi air yang optimal untuk sektor pertanian. “Irigasi primer, sekunder, hingga tersier harus memberikan dampak nyata bagi pertanian,” ungkap AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2025). Keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada sistem irigasi yang efektif.
Selain irigasi, AHY menekankan pentingnya kebijakan satu peta atau one map policy. Kebijakan ini mendukung pembangunan yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi. AHY juga menegaskan perlunya menjaga keberlanjutan lahan sawah yang sudah ada, agar tidak terjadi konversi besar-besaran yang dapat menyebabkan defisit.
AHY memperingatkan, “Jangan sampai kita membuka lahan baru, namun mengkonversi lahan sawah yang ada.” Melindungi lahan sawah yang ada akan menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. AHY juga menyebutkan bahwa keberlanjutan sektor pertanian bergantung pada pengelolaan lahan yang baik.
Dalam rapat koordinasi di kantornya, AHY menyampaikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian teknis, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan program swasembada pangan dapat tercapai tepat waktu. Program-program prioritas dan tantangan ke depan juga dibahas dalam rapat tersebut.
AHY menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan tidak hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Teknologi pertanian yang tepat juga berperan penting dalam mencapai target swasembada pangan.
Kerjasama antara semua pihak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Dengan dukungan teknologi yang tepat dan perlindungan terhadap lahan sawah, Indonesia diharapkan dapat mencapai swasembada pangan pada 2027.
(christie)
MEDAN Dalam rangka membangun silaturahmi dan kolaborasi di bulan suci Ramadan, Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli
POLITIK
MEDAN Seorang pria bernama Eriza Wilmana (43), warga Kabupaten Deli Serdang, mengungkapkan keluhannya terhadap kinerja penyidik Ditreskr
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun kembali mel
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah Pemerintah Kabupaten Batu Bara ber
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah klaim yang menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengala
EKONOMI
JAKARTA Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengguncang perekonomian global, termasuk Indon
EKONOMI
ACEH TIMUR Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dilaporkan ditangkap oleh otoritas laut Thailand pada 11 Maret
NASIONAL
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Sabtu (14/3/2026) untuk member
POLITIK
JAKARTA Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, mengunjungi Po
NASIONAL
JAKARTA Permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Sianipar kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya pada 12 Maret 2026 men
POLITIK