Komisi III DPR Undang Hotman Paris Bahas Arbitrase Internasional dan Konvensi New York
JAKARTA Komisi III DPR RI akan mengundang advokat Hotman Paris Hutapea untuk membahas aspek hukum putusan arbitrase internasional, terma
HUKUM DAN KRIMINAL
Jakarta — Threading alis atau teknik mencabut bulu alis dengan benang telah menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita, termasuk muslimah. Namun, muncul pertanyaan: apakah threading alis diperbolehkan dalam Islam?
Dalam Islam, menjaga dan merawat tubuh sebagai bentuk syukur atas karunia Allah SWT sangat dianjurkan. Termasuk di dalamnya merawat wajah dan rambut. Meski begitu, aktivitas berhias memiliki batasan-batasan yang diatur melalui hadits Rasulullah SAW.
Salah satu hadits menyebutkan:
"Allah melaknat perempuan yang mencabut alis, perempuan yang menyambung rambut, dan perempuan yang mengubah ciptaan Allah demi berhias." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar sebagian ulama dalam mengharamkan mencukur atau mencabut alis, termasuk threading, karena dianggap mengubah ciptaan Allah.
Namun, sebagaimana dikutip dari laman NU Online (Jumat, 12/9/2025), terdapat pandangan lain dari kalangan ulama, seperti Syekh Ahmad bin Ghanim, ulama mazhab Maliki. Ia menjelaskan bahwa hadits tersebut perlu dipahami dalam konteks tertentu, terutama terkait dengan perempuan yang sedang dalam masa larangan berhias, seperti istri yang ditinggal wafat suaminya atau istri yang suaminya hilang entah di mana.
Syekh Ahmad juga menyebutkan istilah tarjih, tadqiq, dan tahfif sebagai bentuk perapian alis yang tidak dikategorikan sebagai tindakan "mengubah ciptaan Allah". Bahkan, diriwayatkan bahwa Sayyidah Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu di wajah dan alis, selama tidak berlebihan dan masih dalam batas kepantasan.
Lebih lanjut, tidak semua bentuk perubahan tubuh itu dilarang. Contoh perubahan yang diperbolehkan seperti khitan (sunat), mencukur rambut, memotong kuku, bahkan mengebiri hewan yang halal dimakan.
Karena itu, threading alis dapat dianggap boleh jika dilakukan untuk tujuan kerapian dan kebersihan, bukan untuk merubah ciptaan Allah secara total (misalnya menghilangkan seluruh alis demi tren kecantikan).
Namun, penting juga mempertimbangkan aspek kepantasan dan niat. Jika niatnya untuk menjaga kebersihan dan merawat diri tanpa melanggar syariat atau meniru gaya yang melenceng dari akhlak Islam, maka hal ini masih bisa ditoleransi.
? Kesimpulan:
JAKARTA Komisi III DPR RI akan mengundang advokat Hotman Paris Hutapea untuk membahas aspek hukum putusan arbitrase internasional, terma
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH UTARA Universitas Malikussaleh (Unimal) mengukuhkan 1.247 lulusan dalam wisuda angkatan ke39 yang digelar selama dua hari, 2930
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran memimpin Korps Raport kenaikan pangkat perwira, bintara, dan ta
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung penyelenggaraan Revora 2026, ajang otomotif dan gaya hidup yang akan digelar di
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta para atlet Kota Medan fokus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi
OLAHRAGA
MEDAN Keterbatasan lahan pemakaman menjadi persoalan yang dihadapi warga Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor. Kondisi tersebut me
PEMERINTAHAN
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
MEDAN Persoalan biaya pendidikan masih membuat sebagian siswa yang telah menyelesaikan sekolah belum dapat membawa pulang ijazah mereka.
PEMERINTAHAN
MEDAN Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan membuka ruang evaluasi terhadap standar pelayanan publik melalui Forum K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Mashudi telah dit
NASIONAL