BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Jauhi Pertemanan Toxic, Ustaz Mursalin: Berteman Harus Bawa Berkah dan Kebaikan

T.Jamaluddin - Jumat, 19 September 2025 13:58 WIB
Jauhi Pertemanan Toxic, Ustaz Mursalin: Berteman Harus Bawa Berkah dan Kebaikan
Ustaz Mursalin Basyah, Lc., MA (foto: t.jamaluddin/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ACEH - Ustaz Mursalin Basyah, Lc., MA, menyampaikan pesan kuat dalam khutbah Jumat yang digelar di Masjid Besar Al Jihad, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, pada Jumat (19/9/2025), bertepatan dengan 26 Rabiul Awal 1447 H.

Ia menekankan pentingnya menjauhi pertemanan toxic dan membangun perilaku sosial yang sehat demi kebahagiaan dan keselamatan dunia-akhirat.

Dalam khutbah bertema "Menjauhi Pertemanan Toxic dan Membangun Relasi yang Penuh Keberkahan", dosen STAI Tgk Chiek Pante Kulu Banda Aceh ini menjelaskan bahwa berteman adalah fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Namun, dalam Islam, hubungan pertemanan juga menyangkut aspek moral, spiritual, dan tanggung jawab agama.

Baca Juga:
"Berteman bukan hanya soal dunia, tapi bagaimana hubungan itu membawa kebaikan, mengingatkan kepada Allah, dan bernilai ibadah," ujar Ustaz Mursalin.

Ia mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13 dan beberapa hadis Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan pentingnya selektif dalam memilih teman. Di antaranya hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, "Seseorang itu akan mengikuti agama temannya."

Menurut Wakil Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Kota Banda Aceh itu, sahabat yang baik:

Menjaga ukhuwah islamiah

Jujur dan amanah

Saling mendukung dalam kebaikan

Mengingatkan kepada Allah dan akhirat

Etika pertemanan dalam Islam juga mencakup saling menghormati, menjaga privasi, bersabar atas kekurangan, dan siap membantu dalam kesulitan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis shahih.

Dalam khutbahnya, Ustaz Mursalin mengingatkan umat Islam terhadap dampak buruk dari pertemanan negatif (toxic friendship) yang dapat merusak mental, iman, dan akhlak. Ia mengutip perumpamaan dari hadis Nabi SAW:

"Teman yang shalih seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk seperti tukang pandai besi. Yang satu menebar aroma wangi, yang lain bisa membakar bajumu atau membuatmu bau asap." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam pandangan fikih, kata Ustaz Mursalin, Islam memperbolehkan menjauh dari teman yang membawa pengaruh buruk, selama tidak memutus silaturahmi. Ia mengutip pandangan ulama seperti Ibnu Hajar Al-Haitami dan Al-Mawardi, yang menekankan bahwa menjaga diri dari pengaruh buruk adalah bentuk ikhtiar menjaga agama.

"Menjauh dari pertemanan toxic tidak berarti memutus silaturahmi. Itu adalah bentuk perlindungan diri dari pengaruh negatif yang bisa merusak jiwa dan akhlak," pungkasnya.

Ustaz Mursalin juga merupakan Anggota Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, yang aktif dalam dakwah moral sosial di kalangan generasi muda.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru