Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Saling mendukung dalam kebaikan
Mengingatkan kepada Allah dan akhiratEtika pertemanan dalam Islam juga mencakup saling menghormati, menjaga privasi, bersabar atas kekurangan, dan siap membantu dalam kesulitan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis shahih.
Dalam khutbahnya, Ustaz Mursalin mengingatkan umat Islam terhadap dampak buruk dari pertemanan negatif (toxic friendship) yang dapat merusak mental, iman, dan akhlak. Ia mengutip perumpamaan dari hadis Nabi SAW:"Teman yang shalih seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk seperti tukang pandai besi. Yang satu menebar aroma wangi, yang lain bisa membakar bajumu atau membuatmu bau asap." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam pandangan fikih, kata Ustaz Mursalin, Islam memperbolehkan menjauh dari teman yang membawa pengaruh buruk, selama tidak memutus silaturahmi. Ia mengutip pandangan ulama seperti Ibnu Hajar Al-Haitami dan Al-Mawardi, yang menekankan bahwa menjaga diri dari pengaruh buruk adalah bentuk ikhtiar menjaga agama."Menjauh dari pertemanan toxic tidak berarti memutus silaturahmi. Itu adalah bentuk perlindungan diri dari pengaruh negatif yang bisa merusak jiwa dan akhlak," pungkasnya.
Ustaz Mursalin juga merupakan Anggota Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, yang aktif dalam dakwah moral sosial di kalangan generasi muda.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.