Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara akan melaporkan kesiapan program gentengisasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Ara mengatakan sejumlah UMKM telah disiapkan untuk mendukung pengadaan genteng dalam jumlah besar dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Ara mengatakan dirinya dijadwalkan bertemu Prabowo pada Selasa (1/9/2026) untuk menyampaikan perkembangan program tersebut. Pemerintah sebelumnya telah melakukan uji coba produksi genteng di sejumlah daerah.
"Besok (Selasa, 01/09) saya dipanggil oleh beliau (Presiden Prabowo) untuk bisa menyampaikan, karena kita sudah persiapkan itu UMKM-UMKM. Ya, tapi ada kualitasnya, standarisasinya, yaitu dengan keandalan dari perindustrian. Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan bekerja sama dengan UMKM-UMKM dengan jumlah jutaan-jutaan genteng," kata Ara kepada wartawan di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Baca Juga:
Menurut Ara, uji coba produksi genteng telah dilakukan selama beberapa bulan di sejumlah daerah, antara lain Pleret, Purwakarta, serta Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
"Besok saya akan melaporkan kepada Presiden kesiapan-kesiapan yang sudah dilakukan selama ini. Kami sudah melakukan uji coba, berapa bulan lalu, di Pleret, di Purwakarta, dan di Jatiwangi, Majalengka," ujarnya.
Ara mengatakan pelaksanaan program gentengisasi tidak hanya mempertimbangkan jumlah produksi. Pemerintah juga akan memperhatikan kualitas, estetika, dan harga agar produk UMKM mampu memenuhi kebutuhan program sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mereka.
"Sesudah berapa bulan ini, tentu kita, saya percaya ada proses. Proses, kualitas, ya, estetika, harga, ya, semua harus dibina sehingga UMKM kita juga bisa naik kelas," jelasnya.
Selain program gentengisasi, Ara juga melaporkan sejumlah program perumahan yang melibatkan pihak swasta kepada Kepala Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Program tersebut mencakup pembangunan rumah gratis dan renovasi hunian di sejumlah wilayah.
Di Tangerang, misalnya, terdapat 200 unit rumah gratis. Kemudian di Tapanuli Utara sebanyak 103 unit, renovasi rumah di Menteng Tenggulun sebanyak 152 unit, serta renovasi rumah di Johar Baru sebanyak 500 unit.
"Jadi ini langkah-langkah strategis melibatkan gotong royong dari teman-teman swasta," tutur Ara.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian bagi korban bencana gempa di NTT dengan melibatkan sektor swasta. Sebanyak 500 unit rumah disebut telah disiapkan dengan nilai total pembangunan mencapai Rp5 miliar.
Sementara untuk NTB, pemerintah menyiapkan dana Rp1,5 miliar melalui skema gotong royong untuk pembangunan rumah yang mengusung unsur kebudayaan setempat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.