Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDAH ACEH - Wakaf tidak hanya sekadar amal ibadah, tetapi juga instrumen sosial dan ekonomi yang dapat menggerakkan kesejahteraan umat.
Hal itu disampaikan oleh Ustadz Dr. Jalaluddin, MA, AWP, CWC, dalam pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, Minggu, 9 November 2025.
Dalam ceramah bertema "Wakaf untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat", Dr. Jalaluddin menegaskan pentingnya memahami wakaf sebagai bagian dari sistem keuangan Islam yang bersifat produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
"Wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga strategi ekonomi umat. Jika dikelola dengan profesional, ia bisa menjadi sumber pembiayaan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya di hadapan jamaah.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 92, yang menegaskan bahwa kebaikan sejati terletak pada kesediaan seseorang menafkahkan harta yang dicintainya demi kemaslahatan umat.
Menurutnya, konsep wakaf sejatinya adalah menahan harta agar manfaatnya terus mengalir kepada masyarakat luas.
Namun, ia menilai praktik wakaf di Indonesia masih bersifat tradisional dan konsumtif.
Banyak aset wakaf hanya dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, madrasah, atau makam, tanpa pengelolaan produktif.
"Banyak tanah wakaf yang mangkrak karena tidak dikelola secara ekonomi. Padahal, kalau dikelola profesional, hasilnya bisa menopang pendidikan dan kesejahteraan umat," kata Jalaluddin.
Ia mencontohkan beberapa negara seperti Inggris dan negara Eropa lainnya yang telah lama menerapkan konsep serupa dengan manajemen modern.
Lembaga-lembaga pendidikan besar mereka berdiri dari dana wakaf produktif yang dikelola secara profesional dan transparan.
Ustaz Jalaluddin menekankan perlunya nazir (pengelola wakaf) yang profesional, bukan hanya memahami aspek administratif, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan ekonomi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.