Dalam riwayat-riwayat tersebut, Dabbah disebut memiliki tugas untuk berbicara kepada manusia, memberi tanda, serta menetapkan keadaan mereka, apakah berada dalam kekafiran, kemaksiatan, kefasikan, atau kesesatan.
Disebutkan pula bahwa orang-orang yang ingkar tidak akan mampu menghindar dari tanda yang diberikan.
Para ulama menekankan bahwa perincian mengenai Dabbah merupakan bagian dari perkara gaib, sehingga umat Islam diminta menyikapinya dengan keimanan dan kehati-hatian dalam memahami riwayat-riwayat yang ada.