Unggul Tipis 1 Kg Atas Thailand, Rahmat Erwin Abdullah Kunci Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026
NAGOYA Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan medali emas kedua untuk Kontingen Indonesia pada Asian Games AichiNagoya 2026. Lifter Indone
OLAHRAGA
MEDAN- Puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Majelis Wali Amanat (MWA) USU pada Senin (18/11/2024). Mereka menuntut agar pihak MWA memeriksa Rektor USU, Muryanto Amin, atas dugaan keterlibatannya dalam politik praktis, khususnya dalam Pilgub Sumut 2024. Aksi ini dilakukan sebagai respons terhadap tudingan bahwa Muryanto Amin diduga “cawe-cawe” atau terlibat dalam aktivitas kampanye Pilgubsu dengan memanfaatkan fasilitas universitas.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut diwarnai dengan pemasangan spanduk di gerbang Kantor MWA yang bertuliskan “Periksa Rektor, Wakil Rektor 2, Dekan Fisip USU atas Dugaan Keterlibatan Pilgub Sumut”. Spanduk lainnya bertuliskan “Tolak Politik Praktis di Kampus”. Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut menuntut transparansi dan kejelasan mengenai tuduhan yang beredar terkait peran Rektor USU dalam kontestasi politik tersebut.
Koordinator aksi, Yoel Sihombing, menyampaikan bahwa tudingan keterlibatan Rektor, Wakil Rektor 2, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, didasarkan pada informasi yang beredar di kalangan masyarakat dan beberapa temuan yang mereka terima. Mereka menilai bahwa keterlibatan pihak universitas dalam aktivitas politik praktis, khususnya yang berhubungan dengan pemilu, melanggar Undang-Undang (UU) ASN serta UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang melarang institusi pendidikan terlibat dalam kampanye politik.
“Berdasarkan temuan dan informasi yang kami dengar di masyarakat, ada dugaan keterlibatan Rektor, Wakil Rektor 2, dan Dekan FISIP USU dalam Pilgub Sumut. Kami mendesak agar pihak MWA segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan ini,” tegas Yoel.
Mahasiswa USU lainnya juga menyatakan keprihatinannya terhadap keberadaan pihak-pihak yang dianggap tidak netral dalam kampanye Pilgub Sumut. Mereka menilai bahwa universitas seharusnya menjaga independensinya dan menghindari keterlibatan dalam politik praktis, guna menjaga citra akademis dan netralitas lembaga pendidikan.
Sekretaris MWA USU, Guslihan Dasatjipta, memberikan respons terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. Guslihan mengungkapkan bahwa meskipun informasi mengenai dugaan keterlibatan Rektor dalam Pilgub Sumut sudah diterima, hingga saat ini pihaknya belum menerima bukti konkret yang dapat mendukung tuduhan tersebut. Guslihan juga menyebut bahwa dirinya telah mendengar rumor mengenai Rektor yang diduga menjadi mentor dalam debat calon gubernur, namun hal tersebut belum dapat dibuktikan.
“Kami sudah mendengar mengenai dugaan keterlibatan Rektor dalam Pilgub Sumut, termasuk adanya informasi mengenai perannya dalam debat calon gubernur, namun sampai saat ini kami belum memiliki bukti yang sah terkait hal itu,” ujar Guslihan.
Meskipun demikian, Guslihan menegaskan bahwa pihak MWA akan menindaklanjuti hal ini dengan mengundang Rektor Muryanto Amin untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang berkembang. Namun, ia juga menambahkan bahwa dalam hal pencabutan jabatan Rektor apabila terbukti melanggar aturan Pemilu, keputusan tersebut bukan berada di tangan MWA USU, melainkan pada kewenangan kementerian terkait dan lembaga pengawas pemilu seperti Bawaslu.
“Kami akan mengundang Rektor untuk memberikan klarifikasi, namun terkait keputusan pencabutan jabatan, itu bukanlah wewenang kami. Kami tidak bisa menetapkan kesalahan Rektor dalam konteks Pemilu, itu adalah ranah Bawaslu dan lembaga terkait lainnya,” tambahnya.
Guslihan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan tuntutan mahasiswa, meskipun hingga saat ini belum ada bukti yang dapat mendukung dugaan keterlibatan Rektor. Ia berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik, dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten dalam mengusut dugaan pelanggaran tersebut.
Mahasiswa USU pun mengungkapkan bahwa mereka akan terus mengawasi perkembangan kasus ini dan meminta agar pihak kampus tetap menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis yang dapat merusak kredibilitas universitas sebagai lembaga pendidikan.
(JOHANSIRAIT)
NAGOYA Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan medali emas kedua untuk Kontingen Indonesia pada Asian Games AichiNagoya 2026. Lifter Indone
OLAHRAGA
LUBUK PAKAM Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair untuk para pencari kerja pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang be
EKONOMI
JAKARTA Memperingati 66 tahun UndangUndang Pokok Agraria (UUPA), Dr Budyto, yang merupakan bagian dari ATR/BPN Campaka, menyoroti berbagai
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat pembangunan sektor peternakan sekaligus meningkatkan upaya pengendalian
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) n
PEMERINTAHAN
BOGOR Lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan buntut temu
NASIONAL
BOGOR Nama Jimmy Masrin menjadi sorotan setelah Ombudsman Republik Indonesia menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas menyerupai hunia
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGPINANG Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menerima dua penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penghar
NASIONAL
JAKARTA Perkedel dinobatkan sebagai makanan pendamping atau lauk pelengkap terenak di Asia Tenggara 2026 versi TasteAtlas. Makanan khas In
SENI DAN BUDAYA
BOGOR Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menemukan sejumlah perbedaan saat melakukan pemeriksaan internal di Lapas Kela
NASIONAL