Mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan metode hisab hakiki, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 H/2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.
Karena tinggi hilal belum memenuhi syarat minimal 5 derajat dan jarak bulan dengan matahari minimal 8 derajat saat matahari terbenam, maka 1 Ramadan diputuskan pada 18 Februari 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari.
Sementara itu, 1 Syawal atau Idul Fitri 1447 H/2026 M ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026, sedangkan Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Berbeda dengan Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih menunggu pemantauan hilal secara langsung sebelum menentukan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026.
Sementara pemerintah akan menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat dengan merujuk pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004.
Berdasarkan prediksi Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis Kementerian Agama, awal Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, Idul Fitri pada Sabtu, 21 atau Minggu, 22 Maret 2026, dan Idul Adha diperkirakan Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan tanggal ini menjadi penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan ibadah puasa, salat Idul Fitri, dan kurban pada Idul Adha.
Perbedaan metode hisab dan rukyat antar organisasi kerap menimbulkan variasi penanggalan, namun masing-masing pihak menekankan pentingnya konsistensi dalam ibadah.*
(d/dh)
Editor
: Adam
Ini Tanggal Idul Fitri dan Idul Adha 2026 Menurut Muhammadiyah