Namun, tidak semua sholat yang dilakukan secara lahiriah otomatis diterima di sisi Allah SWT.
Dikutip dari buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, terdapat sejumlah perilaku dan sikap yang dapat menyebabkan sholat seseorang tidak bernilai pahala, meski secara fikih tetap sah dan tidak perlu diulang.
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Berdasarkan Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi (Jilid III) karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, berikut 10 golongan orang yang sholatnya tidak diterima Allah:
1.Orang yang sholat tapi tetap berbuat maksiat – sholat tidak mencegah dari dosa. 2.Lalai dan tidak khusyuk dalam sholat – sholat tergesa-gesa dan tanpa fokus hati mengurangi pahala. 3.Orang yang menyakiti sesama manusia – sholat tidak menghapus dosa sosial bila hak orang lain belum dilunasi. 4. Istri yang durhaka kepada suami – sholatnya terancam tidak diterima jika murka suami. 5. Orang yang sholat dalam keadaan mabuk – Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 43:
6.Menunda sholat hingga keluar waktunya tanpa uzur syar'i – dianggap lalai dari kewajiban sholat. 7. Sholat untuk pamer (riya') – bernilai syirik kecil karena ingin dilihat manusia. 8. Sholat tanpa bersuci (wudhu atau tayammum) – Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -:لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
9.Sholat tanpa ikhlas – niat harus semata-mata karena Allah SWT. 10. Memakan harta haram – ibadah tidak diterima jika berasal dari makanan atau harta yang tidak halal.