BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Siapa 70 Ribu Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab? Ini Penjelasan Hadis Nabi

Adam - Senin, 12 Januari 2026 07:34 WIB
Siapa 70 Ribu Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Di tengah keyakinan umat Islam tentang hari kebangkitan dan pengadilan akhir, sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW mengungkap adanya satu golongan istimewa yang akan memasuki surga tanpa melalui proses hisab atau perhitungan amal.

Golongan tersebut berjumlah 70.000 orang dari umat Nabi Muhammad.

Keterangan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim melalui Ibnu Abbas.

Baca Juga:

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menceritakan bagaimana seluruh umat para nabi diperlihatkan kepadanya di Padang Mahsyar.

Setiap nabi datang dengan jumlah pengikut yang berbeda, ada yang hanya satu orang, lima orang, hingga sepuluh orang.

Namun Rasulullah melihat satu barisan yang sangat besar. Ketika beliau bertanya kepada Malaikat Jibril, dijelaskan bahwa itulah umat Nabi Muhammad SAW, dan dari mereka terdapat 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa.

"Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak berobat dengan besi panas, tidak mempercayai pertanda buruk, dan sepenuhnya bertawakal kepada Allah," demikian penjelasan Jibril sebagaimana dikutip dalam hadis riwayat Bukhari.

Salah satu sahabat Nabi, Ukasyah bin Mihshan, langsung memohon agar termasuk ke dalam golongan tersebut. Rasulullah pun mendoakannya.

Ketika sahabat lain mengajukan permintaan serupa, Nabi menjawab, "Ukasyah telah mendahuluimu."

Dalam riwayat lain yang dihimpun Imam Ahmad dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa jumlah 70.000 tersebut tidak bersifat final.

Allah SWT memberikan tambahan: dari setiap 1.000 orang, akan ditambahkan lagi 70.000 orang.

Dengan demikian, jumlah umat Nabi Muhammad yang masuk surga tanpa hisab mencapai angka yang sangat besar.

Hadis lain yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim juga menggambarkan bagaimana golongan istimewa ini memasuki surga secara bersamaan, bergandengan tangan dari yang pertama hingga yang terakhir.

Wajah mereka bersinar terang seperti bulan purnama di malam hari.

Para ulama menafsirkan bahwa inti dari keutamaan golongan ini bukan semata pada amalan lahiriah, melainkan pada kemurnian tauhid dan tingkat tawakal yang tinggi kepada Allah SWT.

Mereka tidak menggantungkan harapan kepada selain Allah, tidak takut pada takhayul, dan tidak bergantung pada praktik-praktik yang merusak keikhlasan iman.

Hadis-hadis ini hingga kini terus menjadi pengingat spiritual bagi umat Islam bahwa kualitas iman, keikhlasan, dan tawakal menjadi kunci utama keselamatan di akhirat, bukan sekadar banyaknya amal semata.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapan 1 Syaban dan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal Lengkapnya
Trump Sebut Iran dalam Masalah Besar, Peringatkan Otoritas: Jangan Tembak Demonstran
Ketakwaan Muslim Teruji Lewat Kepedulian terhadap Lingkungan Hidup
PBNU Klarifikasi: Laporan ke Pandji Pragiwaksono Bukan dari Organ NU
Ukhuwah Islamiyah dan Tantangan Pendidikan Nasional
Mengapa Puasa Ramadan Terus Maju di Kalender Masehi? Ini Penjelasannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru