UMSU Dorong Kemandirian Ekonomi Desa lewat Bantuan Alat Produksi Abon dan Cookies
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
MEDAN – Hawa nafsu merupakan dorongan kuat dari dalam diri manusia yang dapat mengarahkan perilaku pada hal-hal negatif jika tidak dikendalikan.
Dalam ajaran Islam, pengendalian hawa nafsu menjadi salah satu aspek penting untuk membentuk karakter dan menjaga akal sehat dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Al-Quran, surah Al Kahfi ayat 28, Allah SWT menegaskan pentingnya kesabaran dan menjauhi hawa nafsu:Baca Juga:
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." (QS. Al Kahf :28)
Dalam praktik sehari-hari, ada sejumlah langkah yang dianjurkan dalam Islam untuk melawan hawa nafsu:
1. Memperkuat Keimanan
Iman yang teguh menjadi benteng utama. Aktivitas spiritual seperti salat, doa, dan dzikir menenangkan hati dan memperkuat kontrol diri.
2. Mengendalikan Pikiran
Hawa nafsu sering berawal dari pikiran. Menjaga tontonan, bacaan, dan pergaulan yang positif mempersempit ruang bagi dorongan negatif untuk muncul.
3. Bergaul dengan Orang Baik
Lingkungan sosial berperan besar. Berada di sekitar orang-orang saleh atau bermoral tinggi membantu memperkuat tekad melawan hawa nafsu.
4. Melatih Pengendalian Diri
Latihan disiplin sederhana, menunda kesenangan, atau berpuasa, membangun ketahanan mental terhadap godaan.
5. Menyibukkan Diri dengan Aktivitas Positif
Waktu luang yang tidak terarah sering memicu hawa nafsu. Mengisi waktu dengan belajar, bekerja, olahraga, atau kegiatan sosial efektif mengalihkan perhatian.
6. Introspeksi dan Evaluasi Diri
Menilai kelemahan dan kesalahan diri secara rutin memperkuat komitmen untuk berubah dan mengendalikan dorongan negatif.
7. Menetapkan Tujuan Hidup
Tujuan hidup yang jelas menjadi pengingat arah dan batasan perilaku, sehingga hawa nafsu tidak mudah menguasai.
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 300 ribu pecandu narkoba di Indonesia telah terdeteksi. Menurutn
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
NASIONAL
BATU BARA Warga Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi pasokan listrik yang dinilai semakin m
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh Dr Sutio Jumagi Akhirno bertemu Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan di Mapolda Aceh,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumatera Utara Poppy Marulita Hutagalung dimutasi dari jabatannya menjadi kepala bidang. Poppy ki
PEMERINTAHAN