BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Pelit dalam Islam: Ketika Kekikiran Menghalangi Rezeki dan Surga

Adam - Kamis, 12 Februari 2026 08:57 WIB
Pelit dalam Islam: Ketika Kekikiran Menghalangi Rezeki dan Surga
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pelit bukan sekadar soal harta.

Dalam ajaran Islam, kekikiran mencerminkan penyakit hati yang berdampak luas, baik bagi hubungan sosial maupun spiritual.

Menurut Muhammad Ash Shallabi dalam Negara Islam Modern, sifat pelit tidak hanya merenggangkan ikatan sosial, tetapi juga menimbulkan dosa besar yang menjauhkan seorang Muslim dari rahmat Allah SWT.

Baca Juga:

Surah Ali Imran ayat 180 menegaskan:

"Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini mengingatkan bahwa pelit bukanlah kebijakan, melainkan ancaman bagi diri sendiri.

Sikap kikir dapat menutup pintu rezeki, bahkan menjadi penghalang masuk surga, sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

"Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang yang bakhil (pelit), serta mereka yang berperangai buruk." (HR. At-Tirmidzi)

Dampak Kekikiran Menurut Islam

1. Rezeki Sempit – Menimbun harta dan enggan berbagi justru menutup pintu keberkahan.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Janganlah engkau bersikap kikir, karena hal itu akan menyebabkan rezekimu disempitkan" (HR. Bukhari).

2. Penghalang Masuk Surga – Sifat pelit berdampak langsung pada keselamatan di akhirat.

Kekikiran adalah salah satu penghalang bagi seorang Muslim untuk meraih surga.

Doa Agar Terhindar dari Sifat Pelit

Nabi Muhammad SAW menganjurkan doa agar hati terhindar dari kekikiran dan penyakit hati lainnya:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبَحْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرَّجَال
Allahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani wal ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaali

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesedihan, dari ketakutan, kemalasan, kekikiran, dan dari tekanan hutang maupun paksaan orang lain." (HR. Bukhari, Baihaqi & Ahmad)

Rutin mengamalkan doa ini diyakini dapat melembutkan hati, menumbuhkan rasa dermawan, serta melancarkan aliran rezeki.

Islam menekankan bahwa kedermawanan adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat hubungan dengan sesama.

Wallahu a'lam.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Subianto akan Hadiri Forum Board of Peace dan Teken Kesepakatan Tarif Impor AS di Februari 2026
Chatting dengan Lawan Jenis Bisa Haram? Begini Penjelasannya Menurut Islam!
Pemerintah Terapkan WFA Jelang dan Pasca Idulfitri 2026 untuk Redam Lonjakan Mobilitas dan Jaga Produktivitas
TPA Al-Wustha Gampong Lhok Rukam Kekurangan Al-Qur’an, Penyuluh Agama Ajak Masyarakat Ikut Berpartisipasi
Pemerintah Siapkan Rp911 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026, Targetkan Jangkau Puluhan Juta Penumpang
Istana Terima Undangan Board of Peace AS, Kehadiran Presiden Prabowo Masih Ditunggu untuk Penandatanganan Kesepakatan Dagang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru