IHSG Rontok 4,11 Persen, Saham Eks MSCI Berguguran dan Seret Bursa ke Bawah 6.000
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). IHSG ditutup anjlok 4,11 persen atau
EKONOMI
JAKARTA - Pelit bukan sekadar soal harta.
Dalam ajaran Islam, kekikiran mencerminkan penyakit hati yang berdampak luas, baik bagi hubungan sosial maupun spiritual.
Menurut Muhammad Ash Shallabi dalam Negara Islam Modern, sifat pelit tidak hanya merenggangkan ikatan sosial, tetapi juga menimbulkan dosa besar yang menjauhkan seorang Muslim dari rahmat Allah SWT.Baca Juga:
Surah Ali Imran ayat 180 menegaskan:
"Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Ayat ini mengingatkan bahwa pelit bukanlah kebijakan, melainkan ancaman bagi diri sendiri.
Sikap kikir dapat menutup pintu rezeki, bahkan menjadi penghalang masuk surga, sebagaimana hadis Rasulullah SAW:
"Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang yang bakhil (pelit), serta mereka yang berperangai buruk." (HR. At-Tirmidzi)
Dampak Kekikiran Menurut Islam
1. Rezeki Sempit – Menimbun harta dan enggan berbagi justru menutup pintu keberkahan.
Rasulullah SAW mengingatkan, "Janganlah engkau bersikap kikir, karena hal itu akan menyebabkan rezekimu disempitkan" (HR. Bukhari).
2. Penghalang Masuk Surga – Sifat pelit berdampak langsung pada keselamatan di akhirat.
Kekikiran adalah salah satu penghalang bagi seorang Muslim untuk meraih surga.
Doa Agar Terhindar dari Sifat Pelit
Nabi Muhammad SAW menganjurkan doa agar hati terhindar dari kekikiran dan penyakit hati lainnya:
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبَحْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرَّجَال
Allahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani wal ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaali
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesedihan, dari ketakutan, kemalasan, kekikiran, dan dari tekanan hutang maupun paksaan orang lain." (HR. Bukhari, Baihaqi & Ahmad)
Rutin mengamalkan doa ini diyakini dapat melembutkan hati, menumbuhkan rasa dermawan, serta melancarkan aliran rezeki.
Islam menekankan bahwa kedermawanan adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat hubungan dengan sesama.
Wallahu a'lam.*
(d/ad)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). IHSG ditutup anjlok 4,11 persen atau
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk program rehabilitasi ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak ben
EKONOMI
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai kritik yang disampaikan mantan Wakil
POLITIK
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait penyebutan namanya dalam pledoi yang dibacakan mantan Menteri Pen
NASIONAL
JAKARTA Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung masih melanjutkan penggeledahan di Kantor Bada
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan kembali bergulir. Dalam agenda pembacaan nota pembe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Istana Kepresidenan merespons langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Turki, Hakan Fidan, di kediaman pribadinya di Hamb
POLITIK
BOGOR Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Nani
POLITIK
JAKARTA Perkara dugaan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI, Joko Widodo, memasuki babak baru. Berkas perkara dengan te
NASIONAL