BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

IHSG Rontok 4,11 Persen, Saham Eks MSCI Berguguran dan Seret Bursa ke Bawah 6.000

Adelia Syafitri - Rabu, 03 Juni 2026 16:42 WIB
IHSG Rontok 4,11 Persen, Saham Eks MSCI Berguguran dan Seret Bursa ke Bawah 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar Google/IDX: COMPOSITE)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). IHSG ditutup anjlok 4,11 persen atau turun 254,36 poin ke level 5.941,066 akibat derasnya aksi jual yang menghantam sejumlah saham yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard Index.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona merah dan gagal keluar dari tekanan hingga penutupan sesi. Indeks sempat menyentuh level terendah harian di posisi 5.841,996 setelah dibuka pada level 6.207,102.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham eks MSCI yang menjadi sasaran aksi jual investor. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi salah satu yang paling terpuruk dengan penurunan 14,91 persen ke level 3.310.

Baca Juga:

Nasib serupa dialami saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 15 persen ke level 1.615. Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga ditutup melemah 7,64 persen ke posisi 725 meski sempat bangkit dari titik terendah intraday.

Di tengah tekanan pasar, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menunjukkan ketahanan dengan menguat 0,97 persen ke level 4.160. Adapun saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 12,20 persen ke posisi 690.

Pelemahan IHSG terjadi setelah MSCI resmi mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dalam peninjauan indeks periode Mei 2026. Keenam saham tersebut yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes. Perubahan tersebut mulai efektif berlaku sejak 1 Juni 2026.

Pelaku pasar menilai aksi rebalancing pasca-perubahan indeks MSCI menjadi salah satu faktor utama yang memicu volatilitas tinggi di pasar saham domestik. Tekanan jual dari investor asing dan institusi membuat IHSG kehilangan level psikologis 6.000 pada perdagangan kali ini.

Meski demikian, sejumlah analis menilai pergerakan saham ke depan akan lebih banyak ditentukan oleh fundamental perusahaan dibandingkan dampak teknikal akibat keluarnya emiten dari indeks global tersebut.*

(k/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Lesu, Tapi Dua Saham Ini Malah Tembus Kenaikan Tinggi
IHSG Ditutup Menguat 1,11 Persen ke Level 6.195, Sektor Energi dan Keuangan Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Menguat ke 6.201, Ini Daftar Saham yang Tertekan FTSE Russel
IHSG Terus Melemah! Ini Penyebab Utama Turunnya Indeks Saham BEI Pekan Ini
IHSG Pekan Ini Turun ke Level 6.127, Asing Catat Jual Bersih Rp8,5 Triliun
IHSG Hari Ini Menguat ke 6.208: Saham CUAN, BRPT, dan DEWA Melonjak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru