BREAKING NEWS
Selasa, 21 Juli 2026

Prabowo Sentil Pengkritik MBG: Ribuan Triliun Menguap, Kenapa Tak Ada yang Protes?

Adelia Syafitri - Selasa, 21 Juli 2026 08:29 WIB
Prabowo Sentil Pengkritik MBG: Ribuan Triliun Menguap, Kenapa Tak Ada yang Protes?
Presiden Prabowo Subianto, saat memberikan Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku heran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah justru menuai kritik karena dianggap sebagai bentuk pemborosan anggaran. Menurutnya, kritik tersebut tidak sebanding dengan respons terhadap dugaan kebocoran anggaran negara yang nilainya disebut mencapai ribuan triliun rupiah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Ia menegaskan program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," kata Prabowo.

Baca Juga:

Presiden kemudian mempertanyakan mengapa kritik lebih banyak diarahkan kepada program bantuan pangan tersebut, sementara praktik yang disebutnya menyebabkan hilangnya uang negara dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun justru minim sorotan.

"Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi. Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar tidak makan ke sekolah, kita dituduh pemborosan," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjalankan Program Makan Bergizi Gratis karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, kemampuan sebuah negara menyediakan pangan bagi rakyat merupakan ukuran utama keberhasilan sebuah bangsa.

Ia mengatakan kemerdekaan tidak hanya diukur dari kedaulatan wilayah, tetapi juga dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan pokok seluruh rakyatnya.

"Setiap negara, setiap perekonomian, pasti diukur. Apakah bangsa itu bisa memberi makan rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan," katanya.

Prabowo juga menanggapi pandangan sejumlah pihak yang menilai anggaran MBG sebaiknya dialihkan ke sektor lain. Menurutnya, persoalan pangan tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan ada yang lebih penting dari perut yang lapar, saya persilakan. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Peradaban bisa punah kalau tidak ada makan," tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya sebagai upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.* (in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Kaji Skema Baru MBG, Siswa Desil 8-10 Berpotensi Tak Lagi Jadi Penerima
Usulan Anak Keluarga Mampu Tak Dapat MBG Dikritik, DPR Soroti Potensi Kecemburuan di Sekolah
DPR Desak BGN Tertibkan Aturan MBG, Instruksi Lisan Dinilai Berbahaya
Disdukcapil Wonosobo Minta Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Diubah, Ini Alasannya
Bunda PAUD Aceh: MPLS Jadi Sarana Menumbuhkan Semangat Anak Gemar Bersekolah
Wakil Kepala BGN Bongkar Kebijakan Lama, MBG Tetap Jalan Meski Libur Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru