Widyaiswara Ahli Utama LAN RI yang juga Dosen Luar Biasa Teknik Geologi di Universitas Syiah Kuala (USK), Ustaz Ir. Faizal Adriansyah, M.Si,. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
ACEH BESAR – Al-Qur'an disebut sebagai mukjizat universal yang relevan sepanjang zaman.
Berbeda dengan mukjizat nabi lain yang bersifat temporal, Al-Qur'an tetap relevan dan mampu menjawab persoalan manusia hingga abad ini.
Pernyataan ini disampaikan Widyaiswara Ahli Utama LAN RI, Ustaz Ir. Faizal Adriansyah, M.Si, dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Jadid, Gampong Lampeuneuen, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada 16 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 6 Maret 2026.
Menurut Ustaz Faizal, Al-Qur'an merupakan mukjizat intelektual yang menantang akal manusia untuk berpikir.
"Al-Qur'an menantang akal dan nalar manusia untuk memikirkannya," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa objek studi dalam Al-Qur'an bersifat universal, mencakup berbagai bidang ilmu, dari fisika, kimia, biologi, astronomi, hingga ekonomi dan filsafat.
Bahkan ilmu futurologi, yang mempelajari proyeksi masa depan, telah diungkapkan melalui kisah Nabi Yusuf yang mampu menyelamatkan Mesir dari bencana kekeringan dengan perencanaan yang matang.
Ustaz Faizal menekankan, Al-Qur'an bukan kitab sains yang eksklusif untuk ilmuwan.
"Petunjuk Al-Qur'an Allah berikan kepada siapapun yang menjadikannya panduan hidup," ungkapnya.
Namun, prinsip-prinsip dasar keilmuan tersentuh dalam banyak ayat Al-Qur'an.
Sebagai contoh, Surah Al-Anbiya ayat 30 menjelaskan penciptaan alam semesta:
"Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?"