Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
ACEH BESAR — Umat Islam diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan, mulai dari puasa, shalat, zakat hingga amalan lainnya.
Evaluasi tersebut penting untuk memastikan ibadah yang dilakukan benar-benar membawa peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kepala UPTD Panti Sosial Anak Jroh Naguna (PSAJN) Dinas Sosial Aceh, Muhibuthibri, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid As-Sajidin, Kompleks Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 13 Maret 2026 atau bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah.Baca Juga:
Menurut Muhibuthibri, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki hikmah yang mendalam bagi kehidupan manusia.
"Di balik perintah puasa dan menahan diri dari makan, minum serta hal-hal yang membatalkan puasa terdapat banyak hikmah yang dapat mengantarkan manusia kepada kebaikan dan kesempurnaan hidup," ujarnya dalam khutbah tersebut.
Ia menjelaskan, salah satu hikmah utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan tujuan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman.
Muhibuthibri mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, Surah Surah Al-Baqarah 183, yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.
Menurut dia, ayat tersebut mengandung nilai agung bahwa puasa seharusnya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, yakni dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menilai kembali kualitas ibadah puasa yang telah dijalani selama Ramadhan.
"Apakah puasa yang kita lakukan sudah menjadikan kita lebih semangat dalam beribadah dan taat kepada Allah, atau justru tidak meninggalkan bekas apa pun dalam diri kita," katanya.
Muhibuthibri menjelaskan, salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah ibadah puasa diterima adalah dengan melihat konsistensi ibadah setelah Ramadhan berakhir. Jika semangat beribadah tetap terjaga, hal itu bisa menjadi pertanda bahwa amalan selama Ramadhan diterima.
Sebaliknya, jika seseorang kembali lalai dalam beribadah, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa amalan selama Ramadhan belum sepenuhnya diterima.
Ia juga mengutip penjelasan ulama besar, Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam kitab Lathaiful Ma'arif, yang menyebutkan bahwa tanda diterimanya suatu amalan adalah adanya konsistensi dalam melakukan kebaikan setelahnya.
Dalam khutbahnya, Muhibuthibri juga mengingatkan sejumlah perbuatan yang dapat merusak pahala puasa, seperti berbohong, berkata kotor, membicarakan keburukan orang lain, dan melakukan adu domba.
Perbuatan tersebut, menurut dia, dapat menghilangkan nilai spiritual dari ibadah puasa yang dijalankan selama Ramadhan.
"Karena itu, mari kita koreksi kembali diri kita, apakah selama Ramadhan ini kita sudah meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak pahala puasa," ujarnya.
Ia menambahkan, jika umat Islam mampu menjaga diri dari perbuatan tersebut, maka puasa yang dijalankan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.*
(dh)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan untu
NASIONAL