BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Tak Perlu Pilih Antara Dunia dan Tanah Air: Presiden Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Selektif untuk Diaspora Berbakat

Johan - Jumat, 14 Agustus 2026 19:21 WIB
Tak Perlu Pilih Antara Dunia dan Tanah Air: Presiden Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Selektif untuk Diaspora Berbakat
Presiden Prabowo Subianto, saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki talenta istimewa dan dibutuhkan negara. Kebijakan tersebut nantinya diterapkan secara terbatas dengan sejumlah persyaratan ketat.

Usulan itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan kebijakan kewarganegaraan ganda ditujukan untuk menarik kembali kontribusi diaspora Indonesia yang memiliki keahlian dan prestasi di tingkat global. Menurutnya, sebagian diaspora terpaksa mengambil kewarganegaraan negara lain karena tuntutan karier, keluarga, maupun pengabdian di luar negeri.

Baca Juga:

"Hari ini saya sampaikan ke Dewan saran pemerintah Indonesia, saran kami untuk kita izinkan dwi kewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo menyebut Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara. Di antara mereka terdapat ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman hingga atlet kelas dunia.

Menurutnya, keberadaan diaspora dengan berbagai keahlian tersebut merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Indonesia.

"Indonesia memiliki jutaan diaspora. Di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola, profesional kelas dunia," ujarnya.

Prabowo menilai talenta Indonesia seharusnya tidak dipaksa memilih antara kesempatan mengembangkan karier di luar negeri dan tetap memberikan kontribusi bagi Tanah Air.

"Sebagian terpaksa mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhan karier, keluarga, atau pengabdian mereka di luar negeri," tutur Prabowo.

"Kita tidak boleh memaksa talenta terbaik Indonesia memilih antara kesempatan berkarya di dunia dan ikatan mereka kepada tanah air," sambungnya.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, pemerintah akan mengajukan perubahan undang-undang kepada DPR RI. Namun, Prabowo menegaskan kewarganegaraan ganda tidak akan diberlakukan secara umum.

Skema tersebut hanya akan diberikan kepada individu tertentu yang memiliki talenta istimewa serta dinilai mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi kepentingan nasional.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
'Tidak Masuk Akal Tunggu Kapal Solar', Prabowo Kejar 100 GW PLTS dan Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun
Naik Motor Listrik Bisa Hemat hingga 50%, Prabowo Siapkan Insentif Besar untuk Produksi 1 Juta Unit
Atap Bocor hingga Sekolah Roboh, Prabowo Janjikan Program Renovasi Sekolah Terbesar dalam Sejarah RI
Prabowo: APBN Alat Perjuangan, Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan hingga Ruang Kelas Rakyat
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Data BPS Konfirmasi Klaim Prabowo Tertinggi 13 Tahun
Di Tengah Perang dan Suku Bunga Global Tinggi, Prabowo Klaim Ekonomi RI Tetap Berdiri Tegak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru