BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Data BPS Konfirmasi Klaim Prabowo Tertinggi 13 Tahun

Adelia Syafitri - Jumat, 14 Agustus 2026 16:25 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Data BPS Konfirmasi Klaim Prabowo Tertinggi 13 Tahun
Presiden Prabowo Subianto, Dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dan menjadi salah satu capaian pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Angka tersebut sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Ia menyebut angka tersebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir," kata Prabowo.

Baca Juga:

Prabowo juga menyampaikan optimisme ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh. Dengan kebijakan yang tepat dan rasional, dia meyakini pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen pada akhir 2026.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, capaian ekonomi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Tetapi saya tegaskan pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Berdasarkan data resmi BPS yang dirilis pada 5 Mei 2026, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 memang tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama 2025 sebesar 4,87 persen.

BPS mencatat konsumsi masyarakat menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. Konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,94 persen. Pertumbuhan konsumsi antara lain didorong mobilitas masyarakat saat libur nasional dan Hari Besar Keagamaan, kebijakan pengendalian inflasi, serta sejumlah stimulus pemerintah.

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 5,96 persen. Sementara konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen, seiring meningkatnya realisasi belanja pemerintah, termasuk pembayaran THR atau gaji ke-14 dan berbagai program untuk masyarakat.

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat sejumlah sektor mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen, sektor jasa lainnya 9,91 persen, sedangkan transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan.

BPS juga mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025 secara quarter-to-quarter (q-to-q).

Dengan demikian, angka 5,61 persen yang disampaikan Prabowo untuk kuartal I 2026 sejalan dengan data resmi BPS. Sementara penyebutan "semester II-2026" dalam materi sumber perlu diperbaiki karena data yang telah dirilis BPS pada saat ini adalah data triwulan I 2026.* (oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029
Pengangguran Turun, Tapi 49 Juta Pekerja Indonesia Masih Belum Bekerja Penuh
BPS Sumut: Pengeluaran Rumah Tangga di Bawah Rp3,9 Juta per Bulan Masuk Kategori Miskin
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, tapi DPR Ingatkan Ini Cuma 'Panas-panas Musiman'
BPS: Pengangguran di Sumut Naik Jadi 411 Ribu Orang pada Mei 2026
Jumlah Warga Miskin Aceh Bertambah 10,4 Ribu Orang Pasca Bencana, BPS Ungkap Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru