BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Bukan Cuma Rumah Tahan Gempa, Warga Agam Terdampak Bencana Juga Dilatih Olah Ikan dan Pinang

Raman Krisna - Sabtu, 15 Agustus 2026 21:06 WIB
Bukan Cuma Rumah Tahan Gempa, Warga Agam Terdampak Bencana Juga Dilatih Olah Ikan dan Pinang
Huntap di Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar. (Foto: AntaraFoto/Yusrizal.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

AGAM – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Tiga teknologi konstruksi digunakan untuk membangun hunian yang aman, layak huni, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan keluarga.

Kabupaten Agam mendapat alokasi pembangunan 1.817 unit huntap, terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Hunian tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Dari total alokasi itu, sebanyak 699 unit huntap terpusat akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sementara 1.118 unit lainnya dibangun melalui skema huntap mandiri dan insitu melalui program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:

Pembangunan huntap mandiri telah dimulai di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, dan Malalak. Pembangunan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap di wilayah lainnya.

Melalui skema huntap mandiri, masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun kembali kehidupan di lingkungan yang telah dipilih. Meski demikian, pembangunan tetap mengedepankan standar keamanan dan kelayakan bangunan.

Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan tiga teknologi konstruksi yang digunakan dalam pembangunan huntap. Ketiganya yakni Bata Interlock atau Sepablock dari PT Semen Padang yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group, Rumah Anti Gempa (RAG) dari Universitas Andalas bersama PT Gubah Fiffarian Indotama, serta Rumah Harmonis Damai Aman Sejahtera (Rhodas) dari PT Mara Pratama Indonesia.

Untuk memberikan gambaran kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari persiapan pembangunan, empat rumah contoh telah didirikan di sejumlah lokasi.

Satu rumah menggunakan teknologi Sepablock dibangun di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Kemudian satu rumah Rhodas dibangun di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Sementara dua rumah dengan konstruksi RAG dibangun di Kecamatan Malalak.

Rumah contoh tersebut memiliki tipe 36 dan dirancang memenuhi standar keamanan serta kelayakan hunian. Konsep yang digunakan juga merupakan rumah bertumbuh sehingga bangunan dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing keluarga.

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja mengatakan pembangunan huntap menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, pemulihan tidak hanya menyangkut penyediaan tempat tinggal, tetapi juga harus menyentuh aspek psikologis dan ekonomi masyarakat.

"Pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Agam memadukan perbaikan fisik tempat tinggal dengan pemulihan psikologis dan ekonomi secara simultan demi normalisasi kehidupan masyarakat terdampak bencana," kata Ary saat meninjau pembangunan huntap mandiri di Kecamatan Palembayan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Manggarai Terparah, Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 43 Orang, 5 Bandara dan RS Ikut Rusak
5 Bandara dan 2 Pelabuhan Rusak, Pemerintah Kerahkan SAR hingga TNI-Polri Tangani Gempa NTT
Tembok Rumah hingga Hotel Rusak di Maumere-Labuan Bajo, DPR Dorong Percepatan Evakuasi Korban Gempa NTT
Update Gempa M7,7 NTT: 38 Tewas, Peringatan Tsunami Dicabut, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Pemerintah Siapkan Rp100,17 Triliun untuk Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2028
Gempa Dahsyat Guncang NTT, Wapres Gibran Pastikan Evakuasi hingga Bantuan untuk Warga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru